KLIKSUKABUMI.COM – Di tangan kreatif Sahal Kamil (22), alat tulis sederhana seperti pulpen warna-warni berubah menjadi karya seni bernilai tinggi. Pemuda asal Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi ini berhasil mengubah trauma masa lalu dan keterbatasan ekonomi menjadi prestasi yang diakui kolektor mancanegara.
Perjalanan Sahal tidaklah instan. Pasca lulus SMK, ia sempat mengalami masa vakum selama tiga tahun akibat kegagalan dalam memasarkan jasa lukis pensil. Namun, titik balik terjadi pada tahun 2024. Karena keterbatasan dana untuk membeli cat lukis, Sahal memutar otak dan memilih pulpen warna-warni sebagai medium utama.
Ia menciptakan identitas unik melalui teknik goresan putar dengan menggunakan sepuluh mata pulpen sekaligus. Teknik ini memberikan tekstur khas dan karakter visual yang kuat pada setiap karyanya.
“Di situ saya merasa menemukan identitas sendiri sebagai seniman,” ungkap Sahal, Sabtu (31/1/2026).
Menjadikan Trauma sebagai Inspirasi
Seni bagi Sahal bukan sekadar estetika, melainkan ruang katarsis. Salah satu karya monumentalnya yang berjudul Bullying lahir dari pengalaman pahit perundungan yang ia alami sejak kecil.
Melalui visual lidah-lidah tajam yang menembus tubuh, ia menggambarkan luka batin secara jujur.
“Seni menjadi ruang aman bagi saya untuk jujur dan bertahan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kesehatan mental dan isu sosial merupakan pesan utama yang ingin ia sampaikan kepada dunia.
Kerja keras Sahal mulai membuahkan hasil pada Agustus 2025. Melalui konten proses kreatif di YouTube, Facebook, dan Instagram yang ditonton hingga puluhan juta kali, karyanya mulai dilirik oleh kolektor dalam dan luar negeri.
Kesuksesan ini membawanya pada kolaborasi dengan berbagai galeri besar. Kepada generasi muda, Sahal berpesan agar tidak gentar dengan keterbatasan.
“Fokuslah pada kejujuran dalam berkarya, bukan pada hasil yang instan. Jangan takut memulai dari keterbatasan, karena dari situlah karakter dan keunikan karya terbentuk,” imbuhnya.
Sebagai puncak dari transformasinya, Sahal Kamil dijadwalkan menggelar pameran perdana bertajuk Urban Anarchy. Pameran ini akan menyoroti realitas kehidupan perkotaan, ketimpangan sosial, dan sisi gelap kehidupan urban yang jarang tersentuh.
Sahal dijadwalkan menggelar pameran perdana bertajuk Urban Anarchy pada 7 Februari pukul 19.00 WIB di GRAHA STR, Jakarta Selatan.
Kisah Sahal Kamil adalah bukti bahwa kejujuran dalam berkarya dan keberanian menghadapi trauma dapat melahirkan identitas seni yang luar biasa, bahkan dari sebatang pulpen sederhana.(FRA)