KLIKSUKABUMI.COM – Suasana tenang di Kampung Lemburhuma, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, berubah mencekam pada Jumat (16/1/2026) sore. Seekor bayi ular kobra jawa ditemukan menyusup ke dalam rumah warga dan bersembunyi di balik kursi lipat dekat area dapur.
Penemuan predator berbisa ini pertama kali disadari oleh penghuni rumah bernama Zahra. Sadar akan ancaman mematikan yang mengintai keluarganya, ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sukabumi untuk meminta bantuan evakuasi.
Merespons laporan tersebut, tim Damkar dari Posko VII Sukaraja langsung diterjunkan ke lokasi. Meski yang dihadapi adalah ular berukuran kecil, petugas tetap menerapkan protokol keamanan ketat.
"Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak menuju lokasi. Benar saja, ular kobra jawa tersebut ditemukan sedang bersembunyi di sela-sela kursi lipat," ujar Ade Feri, Komandan Posko VII Sukaraja Damkar Kabupaten Sukabumi, saat dikonfirmasi Sabtu (17/01/2026).
Proses evakuasi memakan waktu sekitar 20 menit. Ade menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh terkecoh dengan ukuran ular yang masih bayi.
"Ini memang baby cobra, tapi sifat agresivitasnya luar biasa. Ditambah lagi, meskipun kecil, bisanya sudah cukup untuk berakibat fatal," jelas Ade.
Karena risiko tinggi tersebut, petugas di lapangan, Mulyadin dan Supriatna, dilarang keras melakukan penanganan tangan kosong (free handle). Tim menggunakan alat penjepit khusus (snake stick) untuk mengamankan reptil tersebut tanpa cedera.
Waspada Musim Menetas: Januari hingga Maret
Masuknya ular ke pemukiman warga bukan tanpa alasan. Menurut Ade Feri, fenomena ini dipicu oleh anomali cuaca dan siklus alami reptil.
Ade menjelaskan, faktor penyebab ular masuk rumah bisa terjadi karena musim menetas. Pada bulan Januari hingga Maret adalah periode telur ular menetas dan anak ular mulai mencari wilayah baru.
Kemungkinan lain akibat tumpukan barang dimana area rumah yang kotor dan penuh barang bekas menjadi tempat persembunyian favorit ular.
"Kami mengimbau warga untuk merapikan rumah dan membuang barang yang sudah tidak terpakai agar tidak dijadikan tempat persembunyian," tambah Ade.
Pihak Damkar bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, mereka memberikan peringatan keras agar warga tidak mencoba menangkap ular secara mandiri tanpa keahlian khusus.
"Jika menemukan reptil berbahaya, segera hubungi kami. Jangan ambil risiko yang bisa mengancam nyawa," pungkas Ade.(FRA)