BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

BEM PTNU Sukabumi Demo Dinas Bina Marga, Soroti Dugaan Kelebihan Bayar Rp27 Miliar

BEM PTNU Sukabumi Demo Dinas Bina Marga, Soroti Dugaan Kelebihan Bayar Rp27 Miliar
Kota Sukabumi – Gelombang protes terkait buruknya infrastruktur jalan di wilayah Sukabumi kembali memuncak. Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Sukabumi Raya menggeruduk Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Senin (12/1/2026) sore.

Aksi yang berlangsung di Jalan Raya Bhayangkara, Kota Sukabumi ini menyasar Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat. Aksi ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Polres Sukabumi Kota.

BEM PTNU Sukabumi Demo Dinas Bina Marga, Soroti Dugaan Kelebihan Bayar Rp27 Miliar
Mahasiswa menilai pemerintah provinsi gagal dalam mengelola, mengawasi, dan memelihara infrastruktur yang menjadi kewenangannya.

Dalam pantauan di lapangan, massa tiba pukul 14.30 WIB dengan membawa spanduk bernada kecaman seperti “Bina Marga Kerja Apa? Pengawasan Abai, Pembangunan Siluman”. 

Koordinator Daerah BEM PTNU Sukabumi Raya, Aceng Sopian, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk penyampaian keresahan masyarakat Kabupaten dan Kota Sukabumi atas kondisi jalan provinsi yang memprihatinkan.

“Persoalannya sangat mendasar, mulai dari tata kelola, pengawasan, pelaksanaan hingga pemeliharaan yang tidak serius,” tegas Aceng usai aksi.

BEM PTNU Sukabumi Demo Dinas Bina Marga, Soroti Dugaan Kelebihan Bayar Rp27 Miliar
Mahasiswa menyoroti dua poin krusial: dugaan kerugian negara dan rendahnya kualitas konstruksi. Berdasarkan himpunan data mereka dari temuan BPK periode 2019-2025, terdapat sedikitnya enam temuan kelebihan bayar yang melibatkan sejumlah perusahaan kontraktor.

“Total dugaan kelebihan bayar mencapai sekitar Rp27 miliar. Ini bukan angka kecil dan harus ditindaklanjuti secara serius oleh penegak hukum,” ujar Aceng.

Salah satu bukti nyata kegagalan konstruksi yang disorot adalah proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) Jabar Istimewa di Nyalindung. 

Meski menelan anggaran fantastis sebesar Rp7 miliar, bangunan tersebut sudah amblas dalam hitungan minggu. 

Aceng menyebut adanya ketidaksesuaian spesifikasi, seperti absennya besi pada pondasi dan sistem drainase yang tidak sempurna.

Dampak Nyata: Jalan Berlubang Memakan Korban

Selain masalah anggaran, BEM PTNU membeberkan dampak nyata dari abainya pemeliharaan jalan. Jalur Lingkar Selatan (Lingsel) disebut telah memakan korban karena lubang besar yang tidak diberi tanda peringatan.

"Seorang warga jatuh dan mengalami luka serius saat berangkat kerja karena terperosok lubang. Perbaikan yang dilakukan pun hanya sekadar tambal sulam yang bertahan hitungan hari," tambah Aceng.

Tanggapan Pihak UPTD

Kekecewaan mahasiswa sempat memuncak karena Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi tidak hadir menemui massa. Meski demikian, Kepala Sub Pemeliharaan Rutin, Ajat Sudrajat, akhirnya memberikan penjelasan.

Ajat mengklaim bahwa faktor cuaca menjadi kendala utama dalam perbaikan jalan, terutama di Jalur Lingkar Selatan.

“Pemeliharaan belum maksimal karena faktor curah hujan yang tinggi. Kami harus menunggu kondisi cuaca membaik untuk melakukan pekerjaan hotmix,” dalih Ajat.

Terkait kerusakan TPT di Nyalindung dan dugaan penyimpangan lainnya, Ajat menyatakan pihak internal akan segera melakukan pengecekan lapangan dan inventarisasi penyebab kerusakan untuk dilaporkan kepada pimpinan.

BEM PTNU Sukabumi Raya memberikan ultimatum 3x24 jam bagi pihak UPTD untuk memberikan respons konkret atas tuntutan mereka. Jika tidak ada tanggapan, mahasiswa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar dan membawa persoalan ini ke ranah hukum melalui kejaksaan.


Reporter: FRA

BEM PTNU Sukabumi Demo Dinas Bina Marga, Soroti Dugaan Kelebihan Bayar Rp27 Miliar
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin