Warungkiara, Sukabumi – Keputusan Pengurus Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang memberhentikan KH Yahya Staquf (Gus Yahya) dari jabatan Ketua Umum memicu tanggapan dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin.
Ia menegaskan posisinya sebagai kader organisasi untuk terus memonitor perkembangan dan mengutamakan kepentingan luas NU.
Pernyataan ini disampaikan Cak Imin usai bersilaturahmi dan berkoordinasi di Pondok Pesantren Modern Assalam, Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (27/11/2025).
Cak Imin mengakui bahwa ia belum memiliki detail pasti mengenai alasan di balik keputusan tersebut, namun ia memastikan akan tetap mengikuti dinamika yang terjadi.
"Pokoknya saya pada posisi memonitor terus perkembangan sebagai kader NU saya akan terus memonitor dan sampai hari ini saya belum tahu apa yang terjadi yang sesungguhnya," kata Cak Imin.
Ia menekankan bahwa tujuan dari setiap penanganan isu ini haruslah perbaikan menyeluruh bagi organisasi, bukan kepentingan personal atau kelompok.
"Kita berharap kita akan cari solusi yang paling baik untuk NU, bukan untuk pengurus NU. Yang kita inginkan adalah perbaikan untuk NU, bukan untuk kebaikan segelintir orang," tegasnya, menyiratkan adanya harapan untuk pembenahan internal.
Pemberhentian Gus Yahya dari posisi Ketua Umum PBNU tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Nomor: 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025. Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut resmi dari Keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU yang digelar sebelumnya.(FRA)