KLIKSUKABUMI.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mengeluarkan peringatan keras usai rentetan kecelakaan yang melibatkan KA Pangrango pada akhir pekan lalu (24/10/2026). Hanya dalam kurun waktu kurang dari empat jam, dua warga tersambar besi berjalan tersebut di wilayah Sukabumi.
Peristiwa nahas perdana tercatat pada pagi buta, menjelang pukul 06.00 WIB. Rangkaian gerbong dari Sukabumi menuju Bogor menabrak korban di area lintasan antara Parungkuda dan Cicurug.
Tak lama setelahnya, sekitar pukul 09.20 WIB, giliran armada arah sebaliknya yang terlibat kecelakaan serupa di jalur Cibadak menuju Cisaat.
"Rentetan musibah ini sangat mengkhawatirkan kami. Nyawa manusia tidak tergantikan dan harus dijaga," ungkap Franoto Wibowo selaku Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.
Beruntung, insiden kedua tidak menimbulkan kerusakan berarti pada mesin penarik maupun gerbong penumpang.
Pihak stasiun melaporkan jadwal keberangkatan hanya terhambat sangat singkat, yakni sekitar dua menit dari waktu normal.
"Standar operasional keamanan langsung kami terapkan agar perjalanan tetap lancar, tanpa mengabaikan penanganan korban di lapangan," tambahnya.
Franoto kembali menekankan bahwa armada perkeretaapian memiliki sistem kerja yang berbeda dari kendaraan aspal.
Mesin kereta tidak dirancang untuk mengerem mendadak dan membutuhkan jarak henti yang sangat panjang, sehingga sangat mematikan jika ada manusia atau rintangan di lintasan.
"Area rel dilarang keras untuk lintasan pejalan kaki atau tempat nongkrong. Gunakanlah fasilitas penyeberangan resmi demi keamanan," tegasnya.
Ke depannya, otoritas kereta api berjanji akan terus memperketat pengawasan dan edukasi kepada warga sekitar dengan menggandeng aparat kewilayahan setempat agar insiden serupa tidak memakan korban baru.
"Mari lindungi diri masing-masing saat berada di dekat area rel. Pastikan kita bisa pulang menemui keluarga dalam keadaan utuh," pungkasnya. (FRA)
