BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Teknologi IoT dan AI Dongkrak Panen Ikan Nila di Sukabumi, Tingkat Kematian Turun Drastis

Teknologi IoT dan AI Dongkrak Panen Ikan Nila di Sukabumi, Tingkat Kematian Turun Drastis
Foto : Kolam Budidaya Modern Cipancur Cimahi Fish Farm Feed (Sumber : Istimewa)

KLIKSUKABUMI.COM — Penggunaan teknologi presisi kini kian masif merambah sektor perikanan darat. Di Kawasan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, para pembudidaya ikan nila mulai mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) yang dipadukan dengan generator microbubble serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Inovasi smart farming ini terbukti ampuh menekan angka kematian ikan sekaligus melipatgandakan hasil panen secara signifikan.

Menjaga kualitas air dan ketersediaan oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) kerap menjadi tantangan terbesar bagi para pembudidaya ikan nila air tawar. Kadar oksigen yang mendadak anjlok terutama pada malam hari atau saat cuaca ekstrem sering kali memicu kematian massal hingga menggagalkan panen.

Guna mengatasi persoalan tahunan tersebut, sistem akuakultur pintar mulai diterapkan di peternakan Cipancur, Desa Cimahi, Kecamatan Cisaat. Berbeda dari aerator konvensional, generator microbubble mampu menghasilkan gelembung udara berukuran mikron yang bertahan lebih lama di dalam air. Alat ini menjaga konsentrasi oksigen tetap optimal di atas 6 hingga 8 ppm.

Tingkat oksigen yang stabil memicu metabolik ikan menjadi lebih aktif. Dampaknya, rasio konversi pakan meningkat pesat: ikan menyerap nutrisi secara maksimal sehingga mempercepat masa pemeliharaan dari rata-rata 100 hari menjadi hanya 77 hingga 80 hari.

Caption Foto : Infografis Peningkatan Produksi dan Nilai Produksi Ikan Nila di Kabupaten Sukabumi tahun 2025 (Sumber : DKP Kabupaten Sukabumi)
Foto : Infografis Peningkatan Produksi dan Nilai Produksi Ikan Nila di Kabupaten Sukabumi tahun 2025 (Sumber : DKP Kabupaten Sukabumi)

Peran Sensor IoT dan 'Neng Nila' Berbasis AI

Sistem ini terintegrasi penuh dengan sensor IoT. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut dapat dipantau secara real-time selama 24 jam nonstop langsung melalui layar ponsel genggam.

Tak hanya IoT, pengelola kawasan ini juga memanfaatkan asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diberi nama "Neng Nila".

"Microbubble itu konektivitasnya dari IoT yang terhubung ke aplikasi. Di dalamnya ada panduan budidaya, perhitungan pakan, hingga kontrol alat. Penurunan tingkat kematian ikan bisa sampai 10 persen, dari yang biasanya 15 sampai 20 persen," ujar Wildan Mukholad, Pengelola Cipancur Cimahi Fish Farm Feed.

Wildan menambahkan bahwa dengan kepastian data dari sensor IoT dan petunjuk dari AI "Neng Nila", pengantian air kolam tidak perlu dilakukan secara sembarangan, melainkan hanya saat kondisi air benar-benar membutuhkan penanganan.

Pengembangan teknologi digital ini mendapat perhatian penuh dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi. Langkah ini dinilai sejalan dengan pergeseran demografi pembudidaya ikan yang kini mulai didominasi oleh generasi milenial.

Namun, penerapan teknologi tinggi ini membawa tantangan baru, yakni tingginya konsumsi energi listrik yang meningkatkan biaya operasional harian para Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

"Penggunaan teknologi digital ini peluangnya sangat besar karena pembudidaya di Sukabumi sudah bergeser ke generasi milenial. Namun, penggunaan alat-alat ini membutuhkan energi yang stabil dan berimbas pada lonjakan biaya listrik," jelas Leni Lidiawati, Kabid Budidaya DKP Kabupaten Sukabumi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DKP Kabupaten Sukabumi telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mencari sumber energi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Diharapkan penerapan smart farming berbasis IoT dan AI ini dapat direplikasi secara luas di berbagai sentra budidaya perikanan darat nasional guna mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal di Indonesia.(FKR)

 Teknologi IoT dan AI Dongkrak Panen Ikan Nila di Sukabumi, Tingkat Kematian Turun Drastis
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin