Beruntung, aksi yang diduga sebagai persiapan tawuran tersebut berhasil digagalkan.
Kesigapan warga lokal bersama komunitas pemuda setempat membuat kelompok tersebut kocar-kacir melarikan diri dan meninggalkan sejumlah barang bukti mengerikan di lokasi.
Dari hasil penyisiran di lokasi kejadian, warga menemukan berbagai jenis perkakas maut seperti celurit dan golok.
Bahkan, ditemukan sebuah senjata tajam modifikasi yang panjangnya mencapai sekitar dua meter, beserta empat unit sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya.
Ketua RW 03, Yusep Hermawan (31), menyebutkan bahwa kecurigaan warga bermula dari deru mesin belasan kendaraan yang memecah keheningan dini hari.
"Motor berdatangan meramaikan gang kami di tengah malam. Setelah dicek, ternyata gerombolan anak muda dalam jumlah besar," ungkap Yusep menceritakan awal mula kejadian.
Melihat potensi ancaman yang ada di depan mata, tokoh masyarakat setempat dibantu anggota komunitas Rumah Inspirasi Alus Pisan (RIAP) seketika bergerak mengusir mereka.
"Kami langsung membubarkan mereka dan melapor ke polisi. Kendaraan dan senjata tajam yang tertinggal kini sudah diamankan di Polsek," tambah Yusep.
Menurutnya, barang bukti yang disita membuktikan bahwa kelompok tersebut tidak hanya sekadar nongkrong atau menumpang lewat, melainkan membawa niat yang bisa membahayakan keselamatan.
"Membawa senjata rakitan sebesar itu jelas bukan untuk main-main. Ini ancamannya sudah berpotensi merenggut nyawa seseorang," tegasnya.
Di sisi lain, Anggi (37), warga setempat, mengeluhkan teror geng motor yang seolah tidak pernah ada habisnya di wilayah Sukabumi dan membuat masyarakat terusik.
"Kejadian melibatkan geng motor ini sudah berulang kali terjadi. Masyarakat betul-betul resah dan butuh tindakan tegas kepolisian," keluh Anggi.
Ia pun mendesak penegak hukum untuk memburu dan menindak para pelaku secara serius, mengingat rekam jejak geng motor seringkali merugikan masyarakat sipil.
"Korbannya sudah cukup banyak, termasuk warga biasa yang tidak tahu apa-apa. Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi ke depannya," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan empat unit sepeda motor dan tumpukan senjata tajam rakitan tersebut untuk melacak identitas para pelaku. (FRA)
