Selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Kamis (1/10/2026) hingga Sabtu (3/10/2026), armada tangki PMI Kabupaten Sukabumi hilir mudik menyuplai kebutuhan air warga. Kekeringan panjang ini dilaporkan telah menyebabkan sumur-sumur dan sumber mata air andalan warga menyusut drastis.
"Kekeringan saat ini membuat warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur dan mata air yang biasa mereka gunakan sudah semakin berkurang, bahkan mengering. Oleh karena itu, PMI Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menyalurkan pasokan ke titik-titik krisis," ujar Staf Markas PMI Kabupaten Sukabumi Bidang Penanganan Bencana, Dikdik Maulana Suparman, saat dihubungi pada Sabtu (3/10/2026).
Berdasarkan data operasional di lapangan, operasi distribusi kemanusiaan ini menyasar dua desa utama di Kecamatan Nagrak, yakni Desa Balekambang dan Desa Cisarua.
Pada hari pertama, Kamis (1/10), distribusi sebanyak 10.000 liter dilakukan di Kampung Gudang RT 03/05 dan Kampung Ciater RT 01/06 Desa Balekambang yang melayani total 175 Kepala Keluarga (KK).
Operasi berlanjut pada Jumat (2/10) menyasar 100 KK di Kampung Cicangkore RT 02-05/RW 04, Desa Cisarua dengan muatan 10.000 liter.
Kemudian pada Sabtu (3/10), suplai air sebanyak 10.000 liter kembali didistribusikan bagi 75 KK di Kampung Kubang RT 01-04/RW 05, Desa Cisarua.
"Dalam tiga hari operasi maraton di Kecamatan Nagrak ini, kami telah berhasil mendistribusikan total 30.000 liter air bersih yang menjangkau secara kumulatif sekitar 350 Kepala Keluarga yang terdampak langsung kekeringan," terang Dikdik memaparkan rincian distribusi.
Terlaksananya kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi multi-pihak yang kuat. Pengadaan air bersih didukung penuh oleh kolaborator seperti PT RPI (Subkon Waskita) dan Yayasan Mimbar Al-Tauhid.
Di lapangan, operasi ini juga berjalan lancar atas keterlibatan BPBD Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Desa, Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) Desa Cisarua, Satlinmas, Satpol PP Kecamatan, hingga pengurus RT/RW setempat dan relawan PMI tingkat kecamatan.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari para donatur seperti PT RPI dan Yayasan Mimbar Al-Tauhid, serta sinergi solid dengan BPBD, Pemdes, Satlinmas, Satpol PP, dan seluruh unsur di lapangan. Kerjasama lintas sektor inilah yang memastikan bantuan pasokan air bersih ini bisa cepat dan langsung dinikmati oleh masyarakat yang paling membutuhkan," pungkas Dikdik.
Melalui upaya pendistribusian ini, diharapkan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok air bersih untuk konsumsi harian dapat sedikit teringankan di tengah ancaman musim kemarau yang masih melanda wilayah Sukabumi.(FKR)
