Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, menyatakan bahwa penyelidikan awal di lokasi kejadian menemui kendala berat akibat lamanya korban meninggal.
"Saat kami olah TKP, jenazah sudah dalam tahap pembusukan lanjut. Bagian wajahnya bahkan sudah sebagian terlihat tengkoraknya," kata Iptu Dudi Suharyana, Jumat (2/9/2026).
Kondisi tersebut membuat identifikasi dari ciri-ciri fisik tubuh korban mustahil dilakukan. Oleh karena itu, polisi mengandalkan identifikasi mendalam yang melibatkan tim ahli forensik dari pihak rumah sakit.
"Proses identifikasi ilmiah sudah dilakukan, baik melalui pihak kami maupun laboratorium forensik. Kami juga sudah mengambil sampel DNA korban," ungkap Dudi.
Di tengah proses autopsi yang masih berjalan, pihak kepolisian membeberkan ciri-ciri pakaian yang melekat pada jasad malang tersebut. Pakaian ini diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap siapa sosok pria itu.
"Korban menggunakan kaos putih bergambar barong di bagian depan dan tulisan 'Bali' di belakang. Ia juga memakai celana training hitam bergaris kuning," jelasnya.
Penemuan jasad ini sendiri awalnya bermula dari kecurigaan Zaji (60), seorang warga yang tengah mencari rumput, saat mencium bau sangat menyengat di area tersebut. Kini, polisi sangat membutuhkan peran aktif masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor kepada kami di Polres Sukabumi agar dapat ditindaklanjuti," pungkasnya. (FRA)
