Saat ditemukan di lereng perkebunan yang dipenuhi ilalang kering, kondisi pakaian korban tampak tidak wajar. Ia mengenakan celana jin biru gelap yang kancingnya terlepas dan kaus hitam yang tersingkap ke atas.
Polisi juga menemukan sebuah jaket abu-abu kusam dengan bordiran merah keunguan yang tergeletak tak jauh dari kepala korban.
Karena proses pembusukan, tubuh korban sudah mengalami kerusakan parah pada bagian wajah dan kaki.
Kapolsek Ciemas, AKP Deni Miharja, menjelaskan bahwa jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Jumrowi sekitar pukul 07.05 WIB.
"Awalnya saksi Jumrowi mencium bau busuk yang menyengat sehabis mencari rumput," ujar Deni saat dikonfirmasi, Selasa (13/10/2026).
Curiga dengan aroma tersebut, Jumrowi menelusuri sumber bau dan mendapati sesosok tubuh manusia tergeletak di lahan milik warga setempat.
"Saat didekati berjarak sekitar 100 meter dari akses jalan, benar ditemukan sesosok mayat," ungkap Deni.
Mengetahui hal itu, Jumrowi langsung memanggil warga lain untuk memastikan temuan tersebut sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke perangkat desa dan Polsek Ciemas.
"Bagian wajah dan kakinya sudah membusuk serta dipenuhi belatung," tambah Deni menjelaskan kondisi jenazah.
Tim gabungan dari Polsek Ciemas, Satreskrim, dan Inafis Polres Sukabumi segera meluncur ke lokasi. TKP sendiri cukup terpencil, berjarak sekitar 350 meter dari permukiman dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.
"Setelah olah TKP awal dan pemeriksaan luar, jasad korban langsung dievakuasi," tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa memastikan identitas maupun penyebab pasti kematian korban. Jenazah akan segera dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses autopsi lebih lanjut. (FRA)
