KLIKSUKABUMI.COM – Kemeriahan festival musik di Stadion Suryakencana, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam diwarnai aksi kejahatan. Sejumlah penonton harus pulang dengan tangan kosong lantaran handphone (HP) mereka raib digasak komplotan pencopet di tengah kerumunan.
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil meringkus dua pria asal Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Kedua pelaku yang berinisial AG (37) dan NA (26) ditangkap pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, mengungkapkan bahwa kedua pelaku beraksi dengan sangat terorganisir dan membagi peran. AG bertugas sebagai eksekutor yang menyelinap untuk merogoh saku korban, sementara NA bersiap sebagai penadah barang curian.
"Para pelaku ikut berbaur dengan para penonton konser di event Festival 76 Indonesia Adalah Kita. Kemudian salah satu pelaku AG melakukan aksinya dengan mengambil handphone yang disimpan di saku celana para korban, selanjutnya handphone tersebut diberikan kepada pelaku NA dan langsung disimpan ke dalam tas selempang yang dibawanya," ujar Ade, Senin (7/9/2026).
Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah tas selempang dan tujuh unit HP dari berbagai merk milik para korban.
"Akibat kejadian tersebut korban yang berjumlah 7 orang mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp22.000.000," ungkapnya.
Kini, AG dan NA telah diamankan di Polsek Warudoyong. Keduanya dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf g dan atau pasal 126 ayat (1) Undang-Undang RI No 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai tindak pidana pencurian dengan pemberatan.
Di sisi lain, aksi pencopetan ini diduga dilakukan secara masif oleh sindikat yang lebih besar. Kapolsek Warudoyong, AKP Maulana Arief, menyebutkan bahwa kemungkinan ada hingga 100 penonton yang menjadi korban kehilangan HP dalam acara tersebut.
"Sejauh ini 25 orang yang sudah datang ke polsek mengadukan kejadian tersebut. Tapi baru 2 pelaku yang ditangkap," ucapnya.
Menurut Kapolsek, murahnya biaya akses masuk bahkan adanya tiket gratis ke area konser menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh berbagai kelompok pencopet untuk melancarkan aksinya secara bergerombol.
"Kalau dilihat dari dilihat dari korban-korban, pelakunya kayaknya lebih dari dari dua orang ini, kan ada kelompok-kelompok lain. Kan ini, jadi pas ada yang gratis inilah mereka (pencopet) berbondong-bondong datang gitu," jelasnya.(FKR)
