Hingga hari ketiga pemadaman pada Senin (28/9/2026), tim gabungan dihadapkan pada kendala pasokan air untuk memadamkan bara api di bawah tumpukan sampah seluas 11 hektare tersebut.
Sumber air terdekat dari area TPA Cikundul berada di Sungai Cimandiri dengan jarak tempuh yang tidak efisien untuk armada pemadam kebakaran.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengungkapkan bahwa proses pengisian ulang air memakan waktu hingga setengah jam untuk satu kali perjalanan bolak-balik.
"Kendala utama kita di sini adalah pasokan air karena sumber paling dekat adalah Sungai Cimandiri yang butuh waktu bolak-balik setengah jam, jadi sangat tidak efektif," ujar AKBP Sentot Kunto Wibowo di lokasi kejadian, Selasa (29/9/2026).
*Siagakan Tangki Air dan Rencana Sumur Bor Artesis*
Guna mengatasi hambatan tersebut, kepolisian bersama dinas terkait telah menyiagakan belasan tangki penampung air di area TPA Cikundul.
"Maka dari itu kita standby menyiagakan 15 mobil tangki air agar armada pemadam tidak perlu bolak-balik mengambil air ke sungai," lanjutnya.
Dalam jangka pendek dan menengah, pemerintah daerah bersama kepolisian berencana membangun fasilitas penampungan dan sumber air permanen di seputar TPA Cikundul.
Sentot menjelaskan bahwa opsi yang dibahas mencakup pembuatan sumur bor artesis hingga pembangunan tangki penampungan bawah tanah seperti sistem septic tank guna mengantisipasi kejadian serupa.
*Fokus Isolasi Zona Aktif dan Optimalisasi TPS 3R*
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi Yudi Sutriana memaparkan bahwa api awalnya terdeteksi di area nonaktif yang didominasi semak belukar dan sampah kering.
"Zona 1 merupakan zona tidak aktif sejak 2007 dan hampir setengahnya terbakar karena banyaknya ilalang kering serta pepohonan yang mudah tersulut," jelas Yudi Sutriana.
Fokus penanganan saat ini disiagakan penuh untuk mengisolasi titik api agar tidak merembet ke zona aktif yang menampung beban sampah harian Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya optimalisasi pengolahan sampah dari hulu melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
"Saat ini sampah yang masuk ke TPA mencapai 136 ton per hari dari total produksi 193 ton. Target kita pada 2027 adalah mengoptimalkan TPS 3R agar volume buangan ke TPA bisa ditekan di bawah 100 ton per hari," kata Bobby Maulana. (FRA)
