Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Posko V Cibadak langsung dikerahkan ke lokasi dan tiba pada pukul 05.14 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, menjelaskan bahwa kobaran api diduga pertama kali muncul dari bangunan kios aluminium sebelum akhirnya merambat ke kios klontong dan tempat stem motor yang berada di sekitarnya.
"Dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik (korsleting). Api pertama kali diketahui membakar dinding kios aluminium lalu menjalar ke bangunan lain di sekitarnya," kata Petugas P2BK Kecamatan Cibadak, Mawaldi, Senin (28/9/2026).Mawaldi menambahkan, saat kobaran api membesar di area Jalan Pamuruyan Cikidang tersebut, warga sekitar yang panik langsung bergotong royong bersama pemilik kios, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas gabungan untuk membantu proses pemadaman.
"Warga kaget melihat api yang tiba-tiba membesar pada subuh tadi. Bahkan pemilik kios kelontong, Ibu Ani (33), sempat pingsan di lokasi karena panik melihat tempat usahanya terbakar," ujar Mawaldi.
Sebanyak tiga unit armada damkar dikerahkan ke lokasi kejadian, terdiri dari dua unit dari Posko V Cibadak dan satu unit dari Posko IV Parungkuda. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.15 WIB.
Adapun ruko yang terdampak kebakaran meliputi kios aluminium milik Dudy Efendy (39) berukuran 6x8 meter, kios kelontong milik Ani Suliwati (33) berukuran 9x8 meter, serta kios stem motor milik Asep Saepudin berukuran 6x6 meter.Mawaldi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebakaran ini. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka. Untuk taksiran kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 100 juta," pungkasnya.
Di lokasi kejadian, sejumlah unsur gabungan turut hadir membantu proses assessment dan penanganan, di antaranya P2BK Cibadak, Damkar, Polsek Cibadak, Koramil Cibadak, Tagana, Satpol PP, Relawan IEA Sukabumi Korwil Cibadak, perangkat desa, serta warga setempat. (Fan)


