KLIKSUKABUMI.COM - Pemandangan ratusan siswa yang berdesakan di atas perahu karet demi menyeberangi derasnya Sungai Cimandiri kini mulai menemui titik terang. Alat berat dan kerja bakti lintas instansi mulai merambah bantaran Kampung Leuwidingding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi menandai dimulainya pengerjaan fisik Jembatan Leuwidingding, Jumat (04/09/2026).
Langkah awal pembangunan jembatan sepanjang 40 meter ini diawali dengan pembersihan material lumpur dan pembukaan akses tapak fondasi. Langkah ini diambil guna memastikan struktur tanah di tepi sungai stabil sebelum alat dan material berat diturunkan.
Asisten Teritorial Koarmada RI, Laksamana Budi Mulyadi, menyampaikan bahwa pembersihan lokasi bukan sekadar agenda pendukung, melainkan tahap teknis vital untuk menjamin keamanan konstruksi jembatan ke depan.
"Kebersihan dan kesiapan lingkungan sekitar lokasi pembangunan adalah kunci utama. Kita butuh partisipasi bersama agar area ini aman dan sehat sebelum fisik jembatan berdiri," ujar Laksamana Budi Mulyadi.
Ia mengingatkan bahwa kondisi lingkungan sungai yang tertutup sampah dan endapan dapat membahayakan daya tahan struktur bangunan jika tidak dibenahi sejak dini.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, yang memantau langsung pembersihan lintasan sungai menyoroti pentingnya percepatan pemulihan jembatan ini bagi denyut nadi perekonomian dan pendidikan warga pedesaan."Jembatan ini adalah urat nadi warga. Ketika akses terhubung kembali, distribusi hasil tani lancar dan anak-anak tidak perlu bersaruh nyawa lagi untuk sekolah," tegas Ade Suryaman.
Ade menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama pihak militer terus berkoordinasi agar proses pengerjaan dapat berjalan cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
"Konektivitas wilayah yang kukuh akan langsung memotong rantai biaya logistik warga sekaligus mempererat hubungan antardesa di Sukabumi," terangnya.
Sebelumnya, ketiadaan jembatan pascabencana luapan sungai pada akhir Desember 2025 lalu memaksa ratusan pelajar SDN Kadupugur dan SDN Leuwidinding bertaruh keselamatan setiap pagi.
Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Habillah, sempat menyuarakan kepasrahan warga yang selama delapan bulan terakhir harus bergantung pada seutas tali penyeberangan perahu karet."Ratusan nyawa anak-anak kami bergantung pada seutas tali perahu di atas derasnya Cimandiri. Kami bersyukur pengerjaan jembatan ini akhirnya dimulai," tutur Dilah Habillah.
Pembersihan bantaran sungai pada Jumat pagi menjadi penanda dimulainya pengerjaan fisik yang sangat dinantikan masyarakat Jampangtengah tersebut. (FRA)


