KLIKSUKABUMI.COM - Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menemui pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukaraja II pascainsiden intimidasi dan pengancaman yang dilakukan oleh oknum wartawan berinisial AS.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa aksi tidak menyenangkan ini bukanlah kejadian
pertama, melainkan sudah berulang kali terjadi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala SDN 2 Sukaraja Siti Julaeha, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, Pengawas Bina Ahmad Yani, dan Ketua PGRI Kecamatan Sukaraja Alan.
Siti Julaeha membeberkan bahwa oknum wartawan tersebut kerap datang untuk meminta uang secara paksa, bahkan tak jarang berada dalam kondisi mabuk atau membawa istrinya.
“Kami tuh kalau datang dia ke sekolah, kami ketakutan karena sering mengamuk dan mengancam. Meminta jatah bulanan dengan berbagai alasan. Karena jika tidak dikasih pasti mengamuk,” ungkap Siti.
Selain kerap mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar, aksi intimidasi pelaku akhirnya berhasil direkam dalam bentuk video oleh pihak sekolah sebagai bukti.
“Kami pihak sekolah merasa terintinidasi oleh AG selama ini. Kami ketakutan bapak bahkan para guru trauma kalau ada AG,” lanjutnya.
Pengawas Pendidikan, Ahmad Yani, membenarkan bahwa tindakan oknum tersebut sudah sering meresahkan pihak sekolah di wilayah itu. Ia mengonfirmasi bahwa kasus ini kini telah diserahkan ke jalur hukum.
“Ini bukan kali pertama terjadi, saya suka kasihan kepada sekolah-sekolah. Mudah-mudahan hal ini menjadi pelajaran dikemudian hari. Atas arahan pak kadisdik Alhamdulillah tindakan ini sudah diserahkan pada proses hukum,” jelas Ahmad Yani.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan kecaman keras. Menurutnya, aksi kekerasan di lingkungan pendidikan dapat merusak psikologis para siswa sekaligus mencoreng nama baik profesi jurnalistik.
“Saya mengecam kekerasan di dunia pendidikan karena akan menganggu psykis anak-anak. Saya juga meminta ibu tetap sabar biarkan proses ini menjadi ranah hukum. Soalnya bukan hanya menganggu pendidikan tapi akan mengganggu tugas jurnalistik atau media yang betul-betul menjalankan profesinya,” tegas Asep Japar.
Selain memberikan dukungan moril kepada para guru yang trauma, Bupati menginstruksikan Kadisdik Kabupaten Sukabumi untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar aksi intimidasi serupa tidak kembali terulang di lingkungan sekolah.(FKR)
