Caption Foto : Menteri Kesehatan Rai, Budi Gunadi Sadikin
KLIKSUKABUMI.COM – Menteri Kesehatan RI (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengeluarkan peringatan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan seluruh jajaran rumah sakit di Jawa Barat. Peringatan ini menyusul potensi lonjakan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dipicu oleh fenomena iklim ekstrem El Nino hingga akhir tahun ini.
Menurut Menkes, perubahan cuaca ekstrem yang dibawa oleh El Nino selalu berbanding lurus dengan peningkatan kasus Dengue. Kondisi ini menjadi sorotan khusus bagi Kabupaten Sukabumi yang saat ini mencatatkan angka kasus DBD tergolong tinggi.
"Ini kan mau ada El Nino. Begitu El Nino naik, kasus Dengue (DBD) pasti naik. Dan Dengue di Sukabumi ini tinggi, saya lihat banyak yang kena. Jadi ini harus diwaspadai," ujar Budi Gunadi Sadikin usai meresmikan fasilitas medis canggih di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Rabu (12/8/2026).
*Pentingnya Deteksi Dini untuk Cegah Kematian*
Untuk menekan angka kematian pasien, Menkes meminta seluruh fasilitas kesehatan bergerak lebih cepat dalam melakukan langkah antisipasi. Ia meyakini bahwa fatalitas akibat DBD dapat dicegah sepenuhnya jika pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat sejak dini.
Menkes secara khusus menginstruksikan seluruh tenaga medis, terutama di wilayah Jawa Barat, untuk menyegarkan kembali (refresh) pengetahuan mereka terkait prosedur standar penanganan pasien DBD agar tidak kecolongan saat terjadi lonjakan.
"Dengue itu asalkan deteksinya dini, penanganannya harusnya bisa tuntas. Seluruh rumah sakit di Jawa Barat tolong di-refresh lagi cara-cara penanganan Dengue. Jangan sampai angka kematian naik gara-gara fenomena El Nino ini," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong Pemkab Sukabumi dan dinas terkait untuk memperkuat edukasi masyarakat sehingga deteksi dini di tingkat fasilitas kesehatan primer (Puskesmas/Klinik) bisa berjalan optimal sebelum kondisi pasien memburuk.
*Bupati Sukabumi Serukan Gerakan Bersih Lingkungan*
Merespons peringatan dini dari Menteri Kesehatan tersebut, Bupati Sukabumi, Asep Japar, langsung menginstruksikan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat cuaca yang tidak menentu di wilayah Sukabumi.
"Memang situasi hari ini cuaca agak ekstrem. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk rajin bersih-bersih lingkungan. Jangan sampai ada genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk, agar kita semua terhindar dari penyakit yang tidak diharapkan," ujar Asep Japar.
Ia menegaskan, garda terdepan dalam mencegah penularan DBD adalah penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang konsisten di lingkungan masing-masing. Pemerintah daerah kini bersiap untuk memasifkan kembali gerakan antisipasi dari tingkat desa hingga rukun tetangga.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk aktif bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala,” pungkasnya.(FKR)
