| Tangkapan Layar Video Viral Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji di Cihaur Simpenan Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengepungan rumah oleh warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Kemarahan warga ini dipicu oleh dugaan kasus pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru ngaji terhadap anak di bawah umur.
Peristiwa menegangkan tersebut terjadi di wilayah Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (31/7/2026). Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 13 detik yang beredar, puluhan warga tampak memadati halaman hingga teras rumah panggung berbahan kayu.
Suasana memanas saat warga yang emosi mengamankan seorang pria berkemeja putih di tengah kerumunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum guru ngaji tersebut diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap sejumlah murid laki-laki.
Terduga pelaku juga sempat dikabarkan melarikan diri setelah perbuatannya terbongkar oleh warga.
Penjelasan Pemerintah Desa
Kepala Desa Cihaur, Asep, membenarkan adanya peristiwa pengepungan di wilayahnya. Namun, ia menyebutkan bahwa pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Cihaur pada mulanya tidak menerima laporan resmi terkait dugaan tindak pidana tersebut.
"Mengingat kejadian kemarin, saya selaku Pemdes Desa Cihaur memang tidak menerima laporan (resmi) dari masyarakat, para tokoh, maupun pihak korban," ujar Asep saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Asep, Kepala Dusun (Kadus) setempat sebenarnya telah menyarankan keluarga korban agar melapor ke tingkat desa maupun aparat kepolisian. Kendati demikian, pihak keluarga sempat memilih untuk menyelesaikan masalah secara internal.
"Menurut informasi, dari pihak korban jangan dulu laporan karena mau diselesaikan secara kekeluargaan," kata Asep.
Setelah melalui serangkaian musyawarah antara warga dan keluarga korban, tercapai kesepakatan bersama untuk menjatuhkan sanksi sosial berupa pengusiran terhadap terduga pelaku dari lingkungan desa.
"Musyawarah demi musyawarah ternyata melahirkan satu keputusan dari warga masyarakat, termasuk pihak korban, yaitu mengusir si pelaku dari Desa Cihaur," tutur Asep.
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Menanggapi video viral yang meresahkan masyarakat tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi bergerak cepat dengan menerjunkan tim ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan awal.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memantau informasi tersebut dan tengah mendalami kebenarannya di lapangan.
"Iya betul, kami sudah mendapatkan informasi itu. Anggota kita juga sudah ke sana untuk mengecek kebenaran informasi yang beredar di media sosial tersebut," ujar Dudi.
Pihak kepolisian saat ini masih fokus menelusuri fakta-fakta serta melacak keberadaan korban, mengingat hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak berwajib.
"Saat ini kami masih menelusuri ya, karena yang katanya korban juga belum kita temukan laporan soal itu (pencabulan) juga tidak ada, masih kita cek lagi," pungkasnya.(FRA)
Editor : Fikri