KLIKSUKABUMI.COM – Musim kemarau dan potensi fenomena El Nino kembali memberikan tekanan yang signifikan bagi sektor ketahanan pangan di daerah. Saat ini, tercatat sebanyak 25.242 hektare lahan pertanian di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada di bawah bayang-bayang ancaman kekeringan dan bencana alam lainnya.
Demi mengamankan produksi pangan, pemerintah tengah gencar memacu percepatan tanam dengan mengerahkan 142 unit pompa air untuk menyelamatkan lahan-lahan pertanian yang masih memiliki akses ke sumber air.
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP), Indra Zakariya Rayusman, menegaskan bahwa pompa air tersebut harus segera dioperasikan agar bantuan sarana ini dapat langsung dikonversi menjadi tambahan luas tanam.
Menurutnya, bantuan alat pertanian tidak akan memberikan hasil yang maksimal apabila tidak diikuti dengan pengawalan pemanfaatannya secara langsung di tingkat lapangan.
“Ketika menghadapi kekeringan, kita tidak boleh hanya menunggu kondisi membaik. Kita harus melakukan mitigasi. Salah satunya melalui dukungan pompa air agar lahan yang masih memiliki sumber air dapat segera dimanfaatkan untuk tanam,” ujar Indra, seperti dilansir dari Bisnis.com pada Sabtu (22/8/2026).
Meskipun terus dihantui oleh potensi kekeringan, kinerja pertanian di Kabupaten Sukabumi sebenarnya menunjukkan catatan yang cukup positif. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, total luas tanam pada tahun 2025 sukses mencapai angka 192.009 hektare, yang mana jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024 seluas 182.469 hektare.
Pertumbuhan ini juga terlihat pada periode Oktober 2025 hingga Juli 2026, di mana luas tanam berhasil mencapai 168.908 hektare atau tumbuh sebesar 8,84% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk rentang waktu Januari hingga Juli 2026, luas tanam tercatat mencapai 100.058 hektare, yang mencerminkan peningkatan tajam hingga 12,24%.
Namun, target jangka pendek masih perlu dikejar dengan serius. Pada bulan Agustus 2026, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi tanam yang cukup besar, yakni mencapai 35.678 hektare. Dari total potensi tersebut, pemerintah daerah menetapkan kesanggupan luas tanam di angka sekitar 7.000 hektare.
Hingga tanggal 19 Agustus 2026, realisasi luas tanam baru menyentuh angka 4.430 hektare, sehingga pengoperasian pompa air menjadi kunci utama untuk menutupi sisa target tersebut.
Selain mengandalkan pompanisasi, pemerintah juga mempercepat langkah antisipasi melalui program Penambahan Areal Tanam (PM AAS). Program ini ditargetkan mampu mencakup lahan seluas 5.981 hektare hingga akhir Desember 2026. Hingga saat ini, Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah terverifikasi untuk program tersebut mencapai 1.951,75 hektare yang tersebar di enam wilayah dan 25 kecamatan, dengan realisasi sementara yang tercatat baru seluas 87,42 hektare.
Upaya percepatan tanam juga didorong melalui program Oplah 2026 dengan menyasar CPCL seluas 3.789 hektare. Lahan-lahan dalam program ini secara khusus diarahkan untuk mendukung dimulainya musim penanaman pada bulan September 2026 mendatang.
Sebagai langkah pamungkas untuk memastikan semua strategi berjalan lancar, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi. Sinergi ini dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan para penyuluh di lapangan untuk secara aktif memetakan titik ketersediaan air, kesiapan lahan, distribusi sarana produksi, serta mencari solusi cepat atas berbagai kendala percepatan tanam di masing-masing wilayah.(FKR)
