Kejadian ini bermula saat hewan liar tersebut masuk ke area permukiman warga dan berujung tercebur ke dalam sumur. Informasi keberadaan babi hutan ini pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Ule Bengkel kepada pihak Damkar sekitar pukul 09.25 WIB.
Merespons laporan tersebut, tim Damkar segera menuju lokasi untuk melakukan tindakan penyelamatan darurat dengan tetap mengutamakan prosedur keselamatan, baik bagi petugas maupun warga setempat.
Wadanpos Damkar Jampangkulon, Sukandar, menjelaskan bahwa evakuasi satwa liar merupakan salah satu tugas rutin pemadam kebakaran di luar insiden kebakaran.
"Operasi ini merupakan bagian dari pelayanan dasar penanganan operasi nonkebakaran atau human rescue untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar," kata Sukandar pada Kamis (20/8/2026).
Proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas memakan waktu sekitar satu jam dan dinyatakan selesai pada pukul 10.40 WIB. Babi hutan tersebut berhasil diangkat dari dasar sumur dalam kondisi aman.
“Setelah menerima laporan dari warga, petugas langsung melakukan penanganan dan evakuasi. Alhamdulillah, proses berjalan aman dan seluruh petugas dalam kondisi selamat,” ujar Sukandar menegaskan kelancaran operasi tersebut.
Dalam operasi penyelamatan ini, Pos Damkar Jampangkulon menerjunkan lima orang personel dan dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dialami warga akibat insiden ini.
Pihak Damkar juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan kondisi darurat, termasuk masuknya satwa liar ke permukiman, agar penanganan dapat dilakukan secara aman, cepat, dan sesuai prosedur.(FKR)
