BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Antisipasi Gempa dan Tsunami, PMI Sukabumi dan JRCS Pasang Rambu Evakuasi di Pesisir Selatan

Antisipasi Gempa dan Tsunami, PMI Sukabumi dan JRCS Pasang Rambu Evakuasi di Pesisir Selatan
KLIKSUKABUMI.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) mengambil langkah konkret dalam upaya mitigasi bencana. Pada Minggu (16/8/2026), kedua lembaga ini resmi memasang rambu-rambu jalur evakuasi bencana di tiga desa yang berada di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Pemasangan rambu penunjuk arah ini difokuskan di Desa Cidadap yang berada di Kecamatan Simpenan, serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok di Kecamatan Cisolok. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program School and Community Resilience (SCR) yang dirancang khusus untuk memperkuat kesiapsiagaan warga maupun lingkungan sekolah di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi dan tsunami.

Keberadaan rambu evakuasi ini berfungsi sebagai petunjuk visual krusial bagi warga dan pelajar untuk mengenali arah penyelamatan saat terjadi keadaan darurat. Rambu tersebut didesain agar dapat memandu masyarakat bergerak menuju lokasi aman atau titik kumpul (assembly point) dengan lebih cepat, tepat, dan terarah. 

Dalam pelaksanaannya, proses pemasangan di lapangan dilakukan secara gotong royong oleh relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kabupaten Sukabumi yang berasal dari ketiga desa tersebut.

Koordinator Lapangan Program SCR PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana, menegaskan bahwa pemasangan rambu ini merupakan upaya sederhana namun sangat vital untuk keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan.

“Rambu jalur evakuasi ini bukan hanya sebagai penunjuk arah, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kesiapsiagaan harus dipersiapkan sebelum bencana terjadi. Ketika gempa kuat berpotensi memicu tsunami, masyarakat harus mengetahui ke mana harus bergerak dan lokasi aman yang dituju,” ujar Dikdik.

Menurut Dikdik, kesiapsiagaan tidak cukup jika hanya mengandalkan pelatihan atau sosialisasi. Sarana pendukung visual sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat mengenali rute yang telah disiapkan.

“Dengan adanya rambu ini, warga dan pelajar diharapkan tidak kebingungan saat harus melakukan evakuasi. Jalur yang ditunjukkan dapat menjadi panduan awal menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Tentu, pemasangan rambu ini juga harus dibarengi dengan edukasi dan simulasi secara berkala,” tambahnya.

Langkah mitigasi ini sangat relevan mengingat kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi berbagai ancaman bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi dan tsunami. Khusus untuk kawasan pesisir pantai selatan, risiko terhadap ancaman tsunami menjadi hal nyata yang harus terus diantisipasi. Oleh karena itu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam pengurangan risiko bencana.

Melalui program SCR ini, pemasangan rambu evakuasi dirancang untuk memberikan manfaat yang terintegrasi. Rambu-rambu tersebut tidak hanya memperjelas arah agar warga tidak salah langkah saat panik, tetapi juga membantu masyarakat mengenalkan rute penyelamatan sebagai memori visual sehari-hari. 

Upaya ini secara langsung akan meningkatkan kesiapsiagaan, membangun budaya sadar bencana di lingkungan desa dan sekolah, serta memastikan proses evakuasi berjalan secara cepat dan efektif menuju zona aman.

Pemasangan rambu ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang berkelanjutan. PMI dan JRCS tidak sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan turut membangun ketangguhan masyarakat dari dalam. Dengan melibatkan langsung relawan SIBAT dalam proses instalasinya, diharapkan akan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama untuk merawat fasilitas tersebut agar senantiasa terlihat jelas dan berfungsi maksimal.

Ke depannya, rambu-rambu evakuasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi tiang penanda di sudut desa, melainkan media edukasi aktif. Melalui pemetaan risiko, edukasi jalur evakuasi, hingga simulasi yang rutin, kolaborasi antara PMI, JRCS, relawan SIBAT, sekolah, dan masyarakat luas ini diharapkan dapat mewujudkan komunitas pesisir Sukabumi yang tangguh dan selalu siaga menghadapi segala bentuk situasi darurat bencana.(FKR)

 Antisipasi Gempa dan Tsunami, PMI Sukabumi dan JRCS Pasang Rambu Evakuasi di Pesisir Selatan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin