BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Potensi Desa Pangumbahan, Pesona Pantai dan Surga Penyu Hijau di Ujung Sukabumi

Menjaga kelangsungan hidup penyu hijau untuk generasi mendatang
Potensi Desa Pangumbahan, Pesona Pantai dan Surga Penyu Hijau di Ujung Sukabumi
Suasana Pelepasan Tukik (Anak Penyu) di Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Bagi para pencinta alam dan wisata edukasi, Desa Pangumbahan di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Kawasan yang terletak tidak jauh dari destinasi populer Ujung Genteng ini telah lama dikenal sebagai garda terdepan konservasi penyu hijau atau Chelonia mydas di pesisir selatan Jawa.

Pantai Pangumbahan bukan sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah habitat alami yang krusial bagi penyu hijau untuk melangsungkan siklus hidupnya.

Keberadaan kawasan ini menjadi sangat vital mengingat penyu hijau merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang karena populasinya yang kian terancam di alam liar. 

Para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini disuguhkan dengan dua pengalaman ikonik yang jarang ditemukan di tempat lain. Pengunjung dapat menyaksikan momen mengharukan sekaligus edukatif, yaitu pelepasan tukik atau anak penyu ke laut lepas yang rutin dilakukan setiap hari menjelang senja, tepatnya pada pukul 17:00 hingga 17:30 WIB. 

Bahkan pada musim-musim tertentu, pengunjung yang beruntung dapat berkesempatan melihat penyu dewasa naik ke daratan untuk bertelur di malam hari, sebuah pemandangan langka yang menunjukkan betapa alaminya ekosistem di pantai ini.

Selain memiliki nilai konservasi yang tinggi, Pantai Pangumbahan juga menawarkan panorama matahari terbenam atau sunset yang memukau. 

Berada tepat di sisi barat kawasan Ujung Genteng, hamparan pasir yang luas berpadu dengan deburan ombak laut selatan menciptakan suasana tenang yang sangat cocok bagi wisatawan untuk melepas penat. 

Bagi wisatawan yang datang dari pusat Kota Sukabumi, perjalanan menuju desa ini menempuh jarak sekitar 90 hingga 110 kilometer dengan waktu tempuh normal melalui jalur darat selama kurang lebih 3 hingga 4 jam.

Mengingat kawasan ini dikelola secara ketat sebagai pusat konservasi, seluruh pengunjung diwajibkan untuk mematuhi setiap peraturan yang ditetapkan oleh pihak pengelola. 

Kedisiplinan wisatawan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem serta menjamin ketenangan satwa yang sedang berkembang biak. Pengunjung sangat dilarang untuk menggunakan lampu senter atau lampu kilat kamera yang terlalu terang saat malam hari karena dapat mengganggu penyu yang sedang bertelur. 

Selain itu, menjaga jarak dari penyu, tidak menyentuh satwa tersebut, serta senantiasa menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan menjadi tanggung jawab moral setiap orang yang datang. 

Dengan mendukung wisata konservasi di Desa Pangumbahan, wisatawan secara langsung telah turut serta dalam upaya menjaga kelangsungan hidup penyu hijau untuk generasi mendatang.(FRA)




Editor : Fikri 


Potensi Desa Pangumbahan, Pesona Pantai dan Surga Penyu Hijau di Ujung Sukabumi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin