| Evi Mentari (37), Pekerja Migran Asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Meninggal Dunia di Sebuah Rumah Sakit di Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (11/7/2026), Setelah Berjuang Melawan Penyakit Tumor Otak (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Erwin Susman (43), warga Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Sang istri, Evi Mentari (37), meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (11/7/2026), setelah berjuang melawan penyakit tumor otak.
Di balik kepergiannya, tersimpan kisah pilu perjuangan Evi yang sempat terjebak dalam kondisi sulit selama dua tahun di negeri orang.
Evi berangkat ke Arab Saudi pada akhir November 2022 menggunakan visa ziarah. Keputusan nekat ini diambil demi membantu ekonomi keluarga yang sedang mendesak. Erwin, sang suami yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring, menuturkan bahwa istrinya dijanjikan pekerjaan setibanya di sana.
"Istri bilang sudah ada yang menjemput di bandara di Arab Saudi. Setahu saya mah visanya visa ziarah," ungkap Erwin saat ditemui di kediamannya.
Namun, harapan itu pupus. Evi tidak pernah mendapatkan izin tinggal resmi (Iqamah) dari majikan pertamanya. Tak hanya itu, gajinya selama tiga bulan ditahan dan ia dilarang untuk pulang. Kondisi inilah yang memaksa Evi untuk melarikan diri dan bertahan hidup sebagai pekerja lepasan ilegal atau yang dikenal dengan istilah "kaburan".
Selama dua tahun menjadi pekerja ilegal, kehidupan Evi jauh dari kata layak. Tanpa dokumen resmi, ia hanya bisa mengandalkan pekerjaan serabutan.
Seringkali, ia harus berjuang keras hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, sambil terus menabung dengan harapan bisa kembali ke kampung halaman di Sukabumi.
Namun, takdir berkata lain. Di tengah upayanya mengumpulkan ongkos pulang, kondisi kesehatan Evi menurun drastis. Pada Juni 2026, ia dinyatakan koma akibat penyakit tumor otak hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kini, Erwin harus memikul beban berat sendirian. Ia kini berjuang menghidupi ketiga anak laki-laki mereka yang masih kecil dan sangat kehilangan sosok sang ibu. Erwin pun berharap pemerintah dapat turun tangan membantu proses pemulangan jenazah istrinya agar bisa dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya.
"Mohon bantuannya sama Pak Gubernur agar bisa membantu kepulangan istri saya. Anak-anaknya sangat membutuhkan ibunya," tutur Erwin dengan penuh harap.
Kisah Evi menjadi pengingat keras akan risiko besar yang dihadapi para pekerja migran non-prosedural di luar negeri. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menanti kabar lebih lanjut mengenai proses pemulangan jenazah dari pihak terkait.(FRA)
Editor : Fikri