KLIKSUKABUMI.COM – Desa Gedepangrango, yang terletak di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Berada tepat di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), desa ini menawarkan perpaduan sempurna antara panorama alam yang asri, udara pegunungan yang sejuk, serta kearifan budaya lokal yang terjaga.
Kondisi geografis yang strategis dan tanah yang subur membuat kawasan ini memiliki daya tarik yang kuat bagi para investor untuk mengembangkan sektor pariwisata yang lebih luas.
Daya tarik utama Desa Gedepangrango tidak lepas dari keberadaan Situgunung Suspension Bridge. Jembatan gantung ini tercatat sebagai salah satu yang terpanjang di Asia Tenggara dengan bentangan 243 meter, lebar 1,8 meter, dan ketinggian mencapai 121 meter di atas permukaan tanah.
Selain jembatan gantung tersebut, pengunjung dapat mengeksplorasi ragam destinasi eksotis lainnya seperti Danau Situgunung yang tenang, Curug Sawer dan Curug Kembar yang memiliki air terjun jernih, serta Tanakita Camping Ground yang menawarkan pengalaman berkemah premium di tengah hutan.
Bagi wisatawan yang ingin menginap lebih lama, tersedia berbagai pilihan homestay di Kampung Sawo dan Pasanggrahan yang memberikan pengalaman liburan lebih intim dengan warga lokal.
Lebih dari sekadar keindahan alam, Desa Gedepangrango sukses membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat. Warga setempat secara mandiri mengelola berbagai unit UMKM yang menjadi daya tarik wisata edukasi. Di Dusun Cijagung RW 009, wisatawan dapat menyaksikan langsung proses produksi gula aren, sementara di Dusun Cijagung RW 008, terdapat produksi Kopi Mekarasari yang khas.
Selain itu, terdapat pula kelompok pemberdayaan perempuan bernama Pujasera atau Perempuan, Janda Serba Bisa, yang ikut menggerakkan ekonomi desa. Di lokasi-lokasi tersebut, wisatawan tidak hanya berkunjung tetapi juga bisa belajar serta menyaksikan secara langsung tahapan pembuatannya.
Kesuksesan pengembangan pariwisata ini juga didukung oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kebersihan. Di Dusun Cibunar II tepatnya di RW 003, terdapat Bank Sampah yang dikelola dengan baik sehingga limbah dari masyarakat berhasil diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis.
Semangat gotong royong warga ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kelestarian alam desa. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga dalam membangun pariwisata berbasis komunitas ini sejalan dengan konsep Community Based Tourism (CBT).
Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenparekraf, pengembangan desa wisata yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan merupakan kunci untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Seluruh potensi yang terintegrasi ini menjadi latar belakang kuat bagi masyarakat dan tokoh setempat untuk terus memperjuangkan Desa Gedepangrango sebagai desa wisata yang bersinergi dengan pembangunan di setiap lini sektor.
Harapannya, langkah ini dapat menciptakan pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh masyarakat Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.(FRA)
Editor : Fikri