KLIKSUKABUMI.COM — Kabupaten Sukabumi mencatatkan prestasi gemilang di sektor pertanian. Di tengah dominasi wilayah Pantura sebagai lumbung pangan utama, Sukabumi berhasil keluar sebagai daerah dengan lonjakan pertumbuhan volume panen padi paling pesat di Jawa Barat sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jawa Barat, Kabupaten Indramayu memang masih memegang takhta tertinggi sebagai penyumbang produksi padi terbesar di Jabar dengan kontribusi mencapai 15,48 persen atau sebesar 1,58 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Posisi tersebut kemudian disusul oleh Kabupaten Karawang dengan 11,68 persen dan Kabupaten Subang sebesar 10,71 persen.
Namun, di luar dominasi tiga lumbung tradisional Pantura tersebut, akselerasi produksi yang paling impresif justru ditunjukkan oleh wilayah Jawa Barat bagian selatan, yakni Kabupaten Sukabumi.
Sekretaris DTPH Jawa Barat, Yanti Hidayatun Zakiah, mengungkapkan bahwa tren peningkatan produksi padi di Sukabumi melesat paling tinggi dibandingkan daerah lainnya di Jawa Barat.
"Secara kontribusi volume total, Indramayu memang paling besar. Namun jika dilihat dari tren peningkatan produksi dibanding tahun sebelumnya, Kabupaten Sukabumi melesat paling tinggi," ujar Yanti dilansir dari Antara pada Selasa (28/7/2026).
Lebih lanjut Yanti merinci, Kabupaten Sukabumi sukses membukukan lonjakan produksi GKG yang luar biasa, yakni sebesar 193.271 ton dari periode sebelumnya. Capaiaon tersebut mendongkrak total produksi padi Sukabumi hingga menembus angka 660.107 ton GKG.
Berkat lonjakan tersebut, Kabupaten Sukabumi menempati posisi pertama sebagai daerah dengan kenaikan produksi tertinggi di Jawa Barat.
Sementara itu, posisi kenaikan tertinggi kedua ditempati oleh Indramayu, yang disusul oleh Kabupaten Tasikmalaya di peringkat ketiga.
Capaian positif yang ditorehkan oleh Kabupaten Sukabumi bersama daerah lumbung pangan lainnya ini turut memperkokoh posisi Jawa Barat sebagai kontributor beras terbesar kedua di tingkat nasional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pengawalan ketat melalui akselerasi perluasan areal tanam serta distribusi bantuan sarana produksi pertanian yang tepat sasaran.
Pemerintah optimistis, sinergi yang kuat antardaerah ini akan terus terjaga demi mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh.
"Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci. Kita optimistis keberhasilan daerah-daerah penyumbang ini dapat memperkuat swasembada pangan nasional pada 2026," pungkas Yanti.(FRA)
Editor : Fikri