BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, PMI Kabupaten Sukabumi Siagakan Armada Suplai Air Bersih dan Tim Sosialisasi Hemat Air

Langkah bijak hemat menggunakan air adalah solusi terbaik di tengah situasi krisis seperti saat ini
Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, PMI Kabupaten Sukabumi Siagakan Armada Suplai Air Bersih dan Tim Sosialisasi Hemat Air
Armada Tangki Air PMI Kabupaten Sukabumi Memberikan Suplai Air Bersih Bagi Warga yang Telah Mengalami Krisis Air (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM — Menyusul ditetapkannya status siaga darurat kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. PMI resmi mensiagakan armada khusus untuk mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak krisis air akibat musim kemarau.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menerjunkan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter, tetapi juga mengerahkan jajaran Korps Sukarela (KSR) dan Tenaga Sukarela (TSR) untuk turun langsung ke lapangan.

"Suplai air sangat penting bagi masyarakat yang mengalami krisis air bersih dan tak kalah pentingnya sosialisasi untuk hemat air kita akan lakukan," ujar dr. Hondo saat dikonfirmasi pada Jumat (24/7/2026).

Sebelum status siaga darurat resmi ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, armada tangki air tersebut sudah terlebih dahulu disiagakan. 

Tercatat, PMI Kabupaten Sukabumi bahkan telah menyalurkan total 25.000 liter air bersih dalam beberapa hari terakhir ke sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Kebonpedes, Nyalindung, dan Cibadak.

Mengingat musim kemarau tahun 2026 diprediksi berpotensi menjadi kemarau ekstrem panjang, dr. Hondo mengimbau masyarakat agar senantiasa berhemat. Menurutnya, langkah bijak hemat menggunakan air adalah solusi terbaik di tengah situasi krisis seperti saat ini.

"Sudah saatnya kita bijak menggunakan air dalam kondisi kemarau panjang ini. Air menjadi elemen kehidupan manusia yang utama dan bijak menghemat air bisa membantu mereka yang kekurangan air," jelas Hondo.

Dalam aksi kemanusiaan ini, sedikitnya 25 personel KSR dan TSR dikerahkan untuk membantu proses distribusi air bersih sekaligus mengedukasi warga terkait pentingnya penghematan air.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, saat ini sudah ada 6 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Belasan ribu Kepala Keluarga (KK) kini pun sangat mengandalkan pasokan bantuan air bersih dari pemerintah daerah dan instansi terkait.(FRA)



Editor : Fikri

Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, PMI Kabupaten Sukabumi Siagakan Armada Suplai Air Bersih dan Tim Sosialisasi Hemat Air
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin