BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Fenomena Bediding, Ini Kenapa Sukabumi Terasa Dingin di Malam Hari

Pulau Jawa sudah tercatat mencapai angka di bawah 10 derajat Celsius
Fenomena Bediding, Ini Kenapa Sukabumi Terasa Dingin di Malam Hari
Ilustrasi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat, kini tengah mengalami fenomena cuaca yang dikenal sebagai bediding. Fenomena ini ditandai dengan kondisi suhu udara yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya, terutama saat malam hingga pagi hari. 

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dilansir dari Kompas.com, suhu minimum di beberapa daerah di Pulau Jawa bahkan sudah tercatat mencapai angka di bawah 10 derajat Celsius.

Bediding sendiri merupakan fenomena udara dingin yang lazim terjadi pada musim kemarau, khususnya pada periode Juli hingga September, dengan puncaknya yang diperkirakan akan berlangsung pada Agustus mendatang. 

Fenomena ini muncul karena dipengaruhi oleh menguatnya angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia. Kondisi ini turut diperkuat oleh keberadaan badai tropis di wilayah utara Indonesia yang memicu aliran udara dari Benua Australia ke Asia menjadi lebih kencang. 

Akibatnya, kelembapan udara cenderung menurun, frekuensi hujan berkurang, dan suhu udara pada malam serta pagi hari menjadi jauh lebih rendah.

Wilayah Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang diprediksi akan mengalami penurunan suhu cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan. 

BMKG mencatat bahwa Garut akan mengalami suhu terendah di kisaran 11 hingga 17 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah Ciwidey juga saat ini mengalami suhu dingin rata-rata di angka 15 derajat Celsius, meski angka tersebut diprediksi bakal turun lebih rendah lagi.

Menanggapi kondisi tersebut, BMKG terus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan tetap menjaga kondisi fisik agar tetap prima. 

Pihak BMKG secara tegas mengimbau agar masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami suhu dingin menjaga kondisi tubuh, menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam atau pagi hari, serta tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru dari BMKG selama musim kemarau berlangsung. 

Langkah preventif seperti penggunaan jaket tebal dan perlindungan tubuh lainnya sangat disarankan bagi mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam dengan suhu terendah.(FRA)




Editor : Fikri


Fenomena Bediding, Ini Kenapa Sukabumi Terasa Dingin di Malam Hari
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin