| H (11) Bocah Perempuan yang Kembali Mencari Tangki Motor Bensin Untuk Mencium Aromanya Meski Telah Ditangani Dinas Sosial Kota Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Aksi seorang bocah perempuan berinisial H (11) yang nekat membongkar jok motor warga demi menghirup aroma bensin kembali viral di media sosial. Kejadian yang berulang di kawasan Cikole, Kota Sukabumi ini memicu keprihatinan sekaligus sorotan tajam terhadap efektivitas penanganan yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi.
Video berdurasi dua menit yang diunggah oleh warga bernama Putri Rahma tersebut telah ditonton lebih dari 7,2 juta kali di TikTok. Bagi warga sekitar Ciaul, perilaku menyimpang ini bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi "kejadian harian" yang terus berulang tanpa adanya solusi tuntas.
"Video yang aku share itu kejadian hari kemarin dan anak itu sudah nyandu dari lama. Sebenarnya ini anak udah lama kaya gitu, jadi orang sekitar pun udah nggak aneh,” ujar Putri Rahma, Senin (6/7/2026).
Putri menambahkan bahwa aksinya mengunggah video tersebut bertujuan agar publik mengetahui betapa kritisnya kondisi H yang kerap membahayakan dirinya sendiri di tengah arus lalu lintas.
"Yang aku video itu bukan kali pertama. Kenapa aku biarin? Karena aku pengen orang lihat gimana nyandu-nya dia. Jujur sedih,” ungkapnya.
Penanganan yang Masih Jalan di Tempat
Meskipun kasus H sudah menyita perhatian publik sejak April 2026 lalu, tindakan yang diambil pihak berwenang dinilai masih belum membuahkan hasil nyata. Bocah tunawicara dan tunarungu ini masih terlihat berkeliaran di jalanan, meski pihak Dinsos mengklaim telah melakukan serangkaian prosedur.
Sekretaris Dinsos Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, mengakui adanya kendala teknis dalam upaya rehabilitasi anak tersebut. Menurutnya, penolakan dari panti rehabilitasi di Jawa Barat menjadi alasan mengapa H belum mendapatkan tempat perawatan yang layak.
"Kasus anak ini sudah kita tangani. Bahkan sudah kami rujuk ke Spesialis Kejiwaan di RSUD Syamsudin,” jelas dr. Lulis.
"Awalnya panti di Jabar mau terima... Tapi setelah lihat hasil tes kesehatannya, jadi nggak diterima sama Jabar,” tambahnya.
Minimnya Perlindungan Bagi Anak Yatim Piatu
Kondisi H yang merupakan seorang yatim piatu kian memperburuk situasi. Beban pengasuhan yang kini bertumpu pada sang kakak—yang juga memiliki balita—membuat pengawasan terhadap H menjadi sangat lemah. Alhasil, H sering kali lolos dari rumah dan membahayakan nyawanya sendiri di jalan raya.
"Dia anak yatim piatu dan dirawat oleh kakak perempuannya yang juga memiliki anak kecil. Jadi dia bukan diterlantarkan, tapi memang anaknya sering kabur-kaburan," tutur Putri.
Keterlambatan dalam memberikan perlindungan yang permanen dan solusi rehabilitasi yang tepat memicu pertanyaan publik, sampai kapan H harus dibiarkan terus bergelut dengan ketergantungan yang mengancam nyawanya.
Saat ini, Dinsos menyatakan sedang berkoordinasi dengan Sentra Phalamartha UPTD Kemensos RI, namun masyarakat berharap penanganan ini tidak lagi berujung pada jalan buntu yang berulang.(FRA)
Editor : Fikri