BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Pemkot Sukabumi Resmikan Rabies Center di 3 Puskesmas

Rabies Center di Puskesmas Cipelang, Puskesmas Baros, dan Puskesmas Sukabumi
Pemkot Sukabumi Resmikan Rabies Center di 3 Puskesmas
Ilustrasi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kian serius memperkuat sektor kesehatan melalui sinergi lintas sektor. Komitmen ini diwujudkan dalam kegiatan "Akselerasi Pengendalian Penyakit Melalui Kemitraan Strategis" yang berlangsung di Hotel Grand Permata Hijau, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai kalangan mulai dari perangkat daerah, camat, lurah, hingga organisasi masyarakat ini berfokus pada tiga pilar utama: pengendalian tuberkulosis (TB), optimalisasi cakupan imunisasi, serta peluncuran layanan Rabies Center di tiga puskesmas.

Salah satu terobosan penting dalam pertemuan tersebut adalah peluncuran Rabies Center di Puskesmas Cipelang, Puskesmas Baros, dan Puskesmas Sukabumi. Langkah ini diambil untuk mendekatkan akses pelayanan bagi warga yang mengalami gigitan hewan penular rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menjelaskan bahwa sebelumnya layanan ini terpusat di RSUD Al Mulk sejak 2017. Dengan penambahan unit di tiga puskesmas, masyarakat kini diharapkan bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau.

Dalam paparannya, Ida Halimah membeberkan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan kesehatan serius dengan temuan lebih dari 3.000 kasus pada tahun 2025. Meski penemuan kasus tergolong baik, tingkat keberhasilan pengobatan belum mencapai target nasional sebesar 90 persen.

"Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas," ujar Ida pada Kamis (25/6/2026).

Sementara itu, untuk program imunisasi, Pemkot Sukabumi telah mencatatkan cakupan sebesar 99 persen. Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, pemerintah menggerakkan program GEMPITA (Gerakan Bersama Meningkatkan Cakupan Imunisasi) yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa permasalahan kesehatan seperti TB, stunting, dan penyakit menular lainnya tidak bisa diselesaikan oleh dinas kesehatan sendirian. Ia menuntut kolaborasi nyata dari semua pihak hingga ke tingkat kewilayahan.

“Kita harus memastikan berbagai program kesehatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni. Data harus terus dimonitor dan dipantau. Saya meminta para camat dan lurah untuk aktif mengawal berbagai program kesehatan di wilayah masing-masing agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Ayep Zaki.

Khusus untuk penanganan TB, Wali Kota menekankan target penurunan kasus yang konsisten. "Tolong minimal jangan bertambah, tetapi harus terus menurun. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Terkait kehadiran Rabies Center baru, Ayep Zaki optimistis hal tersebut akan meningkatkan efektivitas layanan. Ia pun meminta jajarannya untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas.

“Alhamdulillah hari ini kita memiliki Rabies Center. Saya kira ini akan membantu pelayanan menjadi lebih efektif. Yang tidak kalah penting, keberadaan layanan ini harus terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui ke mana harus mendapatkan pelayanan apabila terjadi kasus gigitan hewan penular rabies,” pungkasnya.

Melalui kemitraan strategis ini, Pemkot Sukabumi berharap dapat mempercepat terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas dengan akses kesehatan yang semakin merata.(FRA)




Editor : Fikri


Pemkot Sukabumi Resmikan Rabies Center di 3 Puskesmas
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin