| Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Didampingi Perwakilan Dari Kementan RI Menyerahkan Bantuan Bibit Padi ke Kelompok Tani Arya Laksana, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi bersinergi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI meluncurkan "Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam Serentak". Langkah taktis ini dilakukan di Kelompok Tani Arya Laksana, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, sebagai upaya preventif menghadapi ancaman anomali cuaca El Nino.
Program ini menjadi bagian dari strategi besar di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menerima bantuan benih padi. Fokus utamanya adalah mengejar realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) demi menjaga stabilitas dan produktivitas pangan nasional di tengah tantangan musim kemarau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mendampingi petani agar target swasembada pangan tetap terjaga.
"Melalui percepatan pemanfaatan bantuan benih padi yang telah disalurkan, diharapkan musim tanam dapat berjalan lebih awal demi mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi," ujar Ade Suryaman, Jumat (26/6/2026).
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan RI, Dr. Ir. Leli Nuryati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan gerakan masif berskala provinsi untuk memperluas cakupan lahan secara terintegrasi.
"Inti dari kegiatan ini adalah gerakan tanam untuk mempercepat dalam rangka Perluasan Areal Tanam (PAT) padi di Kabupaten Sukabumi. Namun, pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya di Kabupaten Sukabumi, tapi serentak juga di 11 kabupaten di Provinsi Jawa Barat," jelas Leli Nuryati.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Denis Eriska, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengejar target ambisius sesuai instruksi pemerintah pusat.
"Dalam rangka pasca-swasembada pertanian dan pangan, kita punya target penambahan PAT sebesar 11.114 hektar di Kabupaten Sukabumi. Hari ini kita menyegerakan hal tersebut," ungkap Denis Eriska.
Strategi utama yang diterapkan adalah mengoptimalkan ketersediaan air yang masih melimpah sebelum dampak El Nino diprediksi memuncak pada periode Juli hingga Oktober mendatang.
"Kondisi hari ini insyaallah air masih cukup banyak. Pada awal pertanaman kita memang memerlukan air yang banyak, sehingga nanti saat musim kemarau datang, tanaman padi sudah tinggal di ujung panen. Dengan begitu, El Nino tidak akan mengganggu produktivitas hasil pertanian kita," papar Denis optimis.
Sebagai simbol dimulainya gerakan ini, acara ditandai dengan penyerahan bantuan benih padi secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi tanam padi bersama yang melibatkan para pejabat daerah serta petani setempat, menunjukkan kolaborasi nyata demi ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.(FRA)
Editor : Fikri