KLIKSUKABUMI.COM – Tim forensik RSUD R. Syamsudin SH telah merampungkan proses autopsi terhadap jenazah Ende Nur Jaya (47), pria yang ditemukan tewas mengenaskan di Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Kamis (25/6/2026) subuh. Hasil pemeriksaan medis mengungkap fakta mengerikan terkait penyebab kematian korban.
Dokter Forensik RSUD R. Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathia, mengungkapkan bahwa tubuh korban mengalami luka parah akibat hantaman senjata tajam yang dominan pada area kepala.
"Kemudian ditemukan memang kekerasan tajam tersebut itu merusak bagian kepala dalam hal ini, sampai ke jaringan otak. Yang menimbulkan tentunya banyak perdarahan, kemudian kerusakan pada otak," ujar Aida saat ditemui media, Kamis (25/6/2026).
Selain luka senjata tajam, tim medis juga menemukan adanya tanda-tanda kekerasan benda tumpul di bagian leher korban. Trauma akibat hantaman benda tumpul ini menyebabkan kerusakan cukup serius pada bagian dalam leher.
"Juga ada kekerasan tumpul pada daerah leher. Yang ini penyebabnya adalah kekerasan tumpul yang menimbulkan adanya banyak perlukaan di bagian dalam dari leher," tambahnya.
Waktu Kematian Diperkirakan 8-12 Jam Sebelumnya
Berdasarkan pemeriksaan luar yang dimulai pukul 10.00 WIB, tim forensik memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 8 hingga 12 jam sebelum proses autopsi dilakukan. Namun, dr. Aida menjelaskan bahwa penentuan waktu kematian secara akurat cukup sulit karena banyaknya darah yang keluar dari tubuh korban.
"Kurang lebih sekitar antara 8 sampai 12 jam, mungkin, dari waktu pemeriksaan luar. Karena di sini sulit untuk bisa kita memastikan karena perdarahannya cukup banyak, sehingga lebam mayat yang terbentuk tentunya sangat mempengaruhi," jelasnya.
Tim forensik menyimpulkan bahwa luka akibat senjata tajam di bagian kepala menjadi penyebab paling fatal kematian korban. Selain jumlah luka yang banyak, tim dokter menemukan luka robek yang sangat panjang di area wajah dan kepala korban.
"Luka yang terpajang, kurang lebih tadi tuh ada sekitar 12 sentian. Di kepala, wajah, itu semuanya cukup panjang, karena memang lukanya cukup banyak," tutupnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik aksi keji yang merenggut nyawa korban tersebut.(FRA)
Editor : Fikri