| Massa Aksi Melakukan Vandalisme di Depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Selasa (2/6) Sore (Sumber : Istimewa) |
KLIKSUKABUMI.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Komunikasi RT/RW se-Kota Sukabumi di depan gedung DPRD Kota Sukabumi pada Selasa (2/6/2026) berakhir ricuh. Massa yang menuntut anggota dewan menggulirkan hak angket untuk menurunkan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meluapkan kekecewaan mereka dengan melakukan aksi vandalisme di area gedung DPRD.
Aksi yang awalnya berlangsung tertib berubah menjadi tidak terkendali saat massa merasa tuntutan mereka tidak segera direspons secara konkret oleh para wakil rakyat. Akibatnya, sejumlah bagian gedung mengalami perusakan dan aksi corat-coret oleh massa.
Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Sukabumi, Asep Koswara, menanggapi insiden tersebut dengan kepala dingin. Ia menilai dinamika di lapangan adalah bagian dari risiko dalam menyampaikan aspirasi publik.
"Saya memahaminya sebagai bagian dari proses demokrasi dalam rangka menyampaikan pendapat. Sampai terjadi hal seperti ini, ini adalah risiko dalam sebuah kejadian yang memang menghadirkan massa banyak," ujar Asep Koswara saat ditemui di gedung DPRD, Selasa (2/6/2026).
Mengenai potensi langkah hukum atas kerusakan fasilitas negara tersebut, Asep menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari pimpinan dewan yang rencananya akan menggelar rapat pada hari ini.
"Terkait tindak lanjut, tentu saya harus mendapatkan arahan dari pimpinan. Apakah nanti akan ditindaklanjuti secara proses hukum atau diselesaikan secara internal. Jadi, saya belum bisa memberikan keterangan apa pun karena harus menunggu arahan pimpinan yang insyaallah besok akan melaksanakan rapat," tuturnya.
Asep menambahkan, meski menyayangkan terjadinya kerusakan, ia akan sepenuhnya mengikuti keputusan pimpinan selaku pemilik gedung.
"Jika nanti berdasarkan arahan pimpinan saya harus menindaklanjuti (ke ranah hukum), maka akan saya lakukan. Jika tidak, saya ikuti perintah pimpinan. Karena beliau-beliaulah yang memiliki rumah di DPRD ini," jelasnya.
Klarifikasi Terkait Minimnya Kehadiran Dewan
Dalam kesempatan yang sama, Asep menepis anggapan bahwa minimnya anggota dewan yang menemui massa merupakan bentuk pengabaian.
Menurutnya, hal tersebut telah disesuaikan dengan skenario pengamanan yang dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
"Kehadiran anggota dewan kemarin memang dipersiapkan hanya untuk unsur pimpinan dan ketua fraksi saja. Jadi, dari awal berkoordinasi dengan kepolisian, kami memang tidak mengundang seluruh anggota dewan, cukup pimpinan dan ketua-ketua fraksi yang menerima aspirasi," ungkapnya.
Selain itu, Asep juga membantah rumor adanya rapat tertutup antara Wali Kota Sukabumi dengan pihak dewan di tengah situasi panas tersebut. Ia menegaskan bahwa pertemuan yang terjadi hanyalah koordinasi internal untuk menyambut massa aksi.
"Oh, tidak ada rapat tertutup dengan Wali Kota. Itu lebih kepada pertemuan internal untuk mempersiapkan penyambutan para demonstran atau aksi," tegasnya.
Terkait perbaikan fasilitas gedung yang dirusak, Sekwan menyatakan bahwa mekanisme perbaikan akan bergantung pada hasil rapat pimpinan, termasuk potensi penggunaan anggaran perubahan jika diperlukan. Insiden ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak internal DPRD dalam memperkuat sistem pengamanan di masa mendatang.(FRA)
Editor : Fikri