BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Melejit, Bupati Sukabumi Ancam Tutup Pengelola yang Arogan

Keluarga pasien lebih memilih memarkirkan kendaraannya di bahu jalan raya
Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Melejit, Bupati Sukabumi Ancam Tutup Pengelola yang Arogan
Tangkapan Layar Pengelola Parkir RSUD Palabuhanratu (Baju Putih) Menjelaskan Dengan Arogansi Saat Salah Satu Keluarga Pasien di RSUD Palabuhanratu Menjelaskan Keberatan Tarif Parkir Kepada Bupati Sukabumi, Asep Japar (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Tarif parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Tingginya biaya parkir yang dibebankan kepada pengunjung memicu protes luas hingga memaksa Bupati Sukabumi, Asep Japar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (11/5/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan banyak warga yang hendak berobat atau menjenguk keluarga lebih memilih memarkirkan kendaraannya di bahu jalan raya. Hal ini memicu kemacetan dan kesemrawutan akibat parkir liar di depan area rumah sakit.

Dalam sidaknya, Bupati Asep Japar meninjau langsung tolgate parkir dan menemukan rincian tarif untuk sepeda motor Rp3.000 (jam pertama), tambahan Rp2.000 (jam berikutnya), maksimal Rp17.000/24 jam.

Mobil Rp5.000 (jam pertama), tambahan Rp3.000 (jam berikutnya), maksimal Rp25.000/24 jam

Pikap/Boks: Rp10.000 (jam pertama), tambahan Rp5.000 (jam berikutnya), maksimal Rp35.000/24 jam.

Bahkan, ditemukan laporan dari pihak RSUD bahwa ada keluarga pasien yang sempat ditarik biaya hingga Rp35.000 hanya untuk parkir motor selama enam jam.

Ketegangan di Hadapan Bupati

Suasana sidak sempat memanas ketika pengelola parkir menunjukkan sikap arogan di hadapan Bupati. Saat seorang keluarga pasien mengeluhkan tarif yang mahal, pihak pengelola justru merespons dengan nada tinggi dan penuh emosi.

"Kami sudah membuat program mobil 1 hari 1 malam (24 jam) Rp15 ribu, motor 1 hari 1 malam Rp10 ribu," ujar pengelola parkir dengan nada membentak di samping Bupati.

Arogansi tersebut langsung diredam oleh Asep Japar. Ia menegaskan bahwa mayoritas pasien yang datang berasal dari kalangan ekonomi bawah, sehingga tarif tersebut sangat memberatkan.

"Turunkan Pak ya, kalau misalkan tidak diturunkan saya tutup ini," tegas Asep Japar kepada pengelola parkir.

Instruksi Tegas Pemerintah Daerah

Bupati meminta pengelola segera mengevaluasi skema tarif dan memperbaiki sistem sosialisasi terkait program keringanan biaya bagi pasien rawat inap.

"Saya dari pihak Pemerintah Daerah memang banyak menerima keluhan dari masyarakat keluarga pasien. Nah sekarang ubah, turunkan tarif parkirnya," ucapnya.

Asep Japar juga memerintahkan agar tidak ada lagi perdebatan kusir dengan masyarakat yang sedang kesulitan. Ia berharap area parkir kembali tertib dan tidak ada lagi warga yang terpaksa parkir di luar area RSUD karena kendala biaya.

"Pokoknya besok bersih, tapi dengan catatan tolong parkir turunkan dan jangan memberatkan kepada keluarga pasien," pungkasnya.

Pasca-sidak tersebut, Bupati langsung menghubungi Kepala Dinas Perhubungan untuk segera menertibkan parkir liar di sepanjang jalan depan RSUD Palabuhanratu agar arus lalu lintas kembali normal. 

Hingga saat ini, pihak perusahaan pengelola parkir belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait instruksi penurunan tarif tersebut.(FRA)




Editor : Fikri


Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu Melejit, Bupati Sukabumi Ancam Tutup Pengelola yang Arogan
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin