Identitas Masih Misteri, Jenazah Korban Tabrak Lari di Cibadak Sukabumi Tertahan di RSUD Sekarwangi
Ilustrasi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas (Mr. X) hingga kini masih berada di kamar jenazah RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Pria yang diduga menjadi korban tabrak lari di kawasan Karangtengah ini sulit diidentifikasi karena data kependudukannya tidak ditemukan dalam sistem negara.

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, menjelaskan bahwa jenazah tersebut tiba di rumah sakit pada Senin (11/05/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

“Mayat dibawa jam satu malam oleh unit laka kepolisian,” ujar Irman saat memberikan keterangan resmi pada Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban mengalami cedera berat, terutama pada bagian kepala yang mengakibatkan jaringan otak keluar. Selain itu, terdapat luka robek pada bagian betis serta daun telinga sebelah kiri.

Meski mengalami luka serius, Irman menyebutkan bahwa ciri fisik luar korban sebenarnya masih sangat jelas untuk dikenali oleh pihak keluarga. 

“Ciri-cirinya rambut ikal, kaus berkerah merah, dan celana pendek warna biru,” tutur Irman merinci tampilan terakhir korban.  
 
Upaya pengungkapan jati diri korban menemui jalan buntu. Bhabinkamtibmas Cibadak, Aipda Emin Tukimin, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian bersama Disdukcapil telah melakukan pemindaian sidik jari, namun hasilnya nihil.  

Tidak terbaca selarasnya data sidik jari di sistem memunculkan dugaan kuat bahwa korban belum pernah melakukan perekaman e-KTP semasa hidupnya.  

Pihak RSUD Sekarwangi memberikan waktu selama tiga hari bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melakukan pengecekan ke rumah sakit.  

“Untuk data pasien masih Mr. X, dan disimpan di kamar mayat sekitar tiga hari untuk memberi waktu bagi pihak rumah sakit dan keluarga,” jelas Irman.  

Jika dalam tenggat waktu tersebut tidak ada pihak keluarga yang datang, maka proses pemulasaraan dan pemakaman akan diserahkan kepada pihak kepolisian dan Dinas Sosial (Dinsos).  

“Setelah itu polisi yang mengurus, kemungkinan juga dengan Dinsos untuk proses penguburan,” pungkasnya.(FRA)




Editor : Fikri