BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Potret Jembatan 'Goyang' di Caringin Sukabumi yang Menghantui Pengendara

Jembatan Caringin merupakan akses vital, terutama bagi para pelajar dan pelaku ekonomi yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini
Potret Jembatan 'Goyang' di Caringin Sukabumi yang Menghantui Pengendara
Kondisi Terkini Jembatan Caringin yang menghubungkan Desa Caringin (Kecamatan Gegerbitung) dengan Desa Bencoy (Kecamatan Cireunghas), Kabupaten Sukabumi (3/5). (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM — Kondisi memprihatinkan masih terlihat pada Jembatan Caringin yang menghubungkan Desa Caringin (Kecamatan Gegerbitung) dengan Desa Bencoy (Kecamatan Cireunghas), Kabupaten Sukabumi. 

Jembatan yang rusak akibat guncangan gempa pada tahun 2018 tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen.

Pantauan di lokasi menunjukkan jembatan sepanjang kurang lebih 80 meter tersebut hanya mengandalkan konstruksi darurat dari kayu dan bambu. Kondisinya sangat tidak stabil dan bergoyang saat dilintasi, sehingga membahayakan pengguna, terutama pejalan kaki dan pengendara roda dua.

Situasi semakin parah saat musim hujan tiba. Debit air Sungai Cimandiri yang meningkat kerap menyebabkan jembatan darurat ini putus total. Akibatnya, warga terpaksa memutar jalan hingga sejauh 6 kilometer. 

Padahal, jika jembatan dalam kondisi normal, akses antarwilayah tersebut hanya memerlukan waktu hitungan menit.

Jembatan Caringin merupakan akses vital, terutama bagi para pelajar dan pelaku ekonomi yang setiap hari menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini. "Kalau lewat sini harus ekstra hati-hati, apalagi kalau bawa barang," ujar Jajang, salah seorang warga setempat pada Minggu (3/5/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Cireunghas, Lan Maulana Yusuf, mengakui bahwa jembatan ini merupakan urat nadi transportasi yang digunakan oleh seluruh elemen masyarakat dari dua kecamatan. Meski dampaknya lebih terasa bagi warga Gegerbitung, pihaknya terus memantau situasi di lapangan.

"Kami terus melakukan survei dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Saat ini, proses pelaporan masih berjalan untuk mengonfirmasi hal-hal teknis yang berisiko membahayakan warga," ujar Lan Maulana.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut.

"Dengan kondisi cuaca sekarang, warga harus lebih berhati-hati karena curah hujan tidak menentu. Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait mengenai perbaikan permanen atau solusi jangka pendek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui instansi terkait menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor tengah diperkuat untuk merealisasikan perbaikan permanen. 

Walaupun terkendala proses administrasi dan skala prioritas anggaran sejak pasca-gempa beberapa tahun silam, pemerintah daerah mengklaim telah memasukkan usulan perbaikan jembatan ini ke dalam agenda prioritas infrastruktur wilayah perbatasan kecamatan.

Warga berharap janji koordinasi dan survei ini segera berujung pada langkah konkret di lapangan. Mereka menilai, kondisi yang dibiarkan berlarut-larut sejak 2018 ini merupakan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa masyarakat.(CR-1)




Editor : Fikri

Potret Jembatan 'Goyang' di Caringin Sukabumi yang Menghantui Pengendara
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin