BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Melampaui Nasional, Tingkat Inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen

Inflasi Provinsi Jawa Barat sebesar 2,49 persen dan angka nasional sebesar 2,42 persen
Melampaui Nasional, Tingkat Inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen
Balai Kota Sukabumi di Jl. R. Syamsudin, SH No.25, Cikole, Kec. Cikole, Kota Sukabumi (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi secara resmi merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 6 Mei 2026. Dalam laporan tersebut, Kota Sukabumi mencatatkan inflasi bulanan (Month to Month) sebesar 0,04 persen pada April 2026. 

Angka ini dinilai cukup positif karena masih berada di bawah angka inflasi nasional yang menyentuh 0,13 persen.

Meskipun secara bulanan cenderung rendah, perhitungan inflasi tahunan (Year on Year) Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi Provinsi Jawa Barat sebesar 2,49 persen dan angka nasional sebesar 2,42 persen. 

Kendati demikian, secara umum kondisi ekonomi di Kota Sukabumi masih tetap terjaga dan berada dalam rentang target sasaran nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi kurang lebih 1 persen.

Terdapat dinamika menarik terkait komoditas penyumbang inflasi pada bulan April lalu. Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga dipicu oleh komoditas minyak goreng, tahu mentah, telepon seluler, daging sapi, kopi bubuk, dan air kemasan. Sementara itu, jika menilik perhitungan tahunan, penyumbang utama inflasi didominasi oleh emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, sigaret kretek mesin, serta beras.

Kondisi ekonomi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor penting, termasuk penurunan harga emas global serta melandainya harga pangan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit pasca-Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, tarif angkutan yang kembali normal setelah periode mudik lebaran turut meredam gejolak harga, meskipun di sisi lain terdapat tekanan pada harga energi yang dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global.

Menanggapi fenomena ini, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyampaikan pandangan yang cukup mendalam. Ia menilai lonjakan inflasi kali ini sangat dipengaruhi oleh tingginya konsumsi masyarakat terhadap barang-barang nonprimer atau kebutuhan di luar pangan pokok.

"Ini sesuatu yang tidak lazim, karena kenaikan harga bukan dipicu dari sektor komoditas pangan, tetapi justru dari sektor sekunder dan tersier," jelas Bobby pada Jumat (8/5/2026). 

Ia juga menggarisbawahi pola perilaku belanja warga yang menjadi salah satu faktor kunci pergerakan angka inflasi di wilayahnya. 

"Masyarakat Kota Sukabumi konsumtif sekali. Tingkat konsumsi tinggi ini menjadi salah satu penyebab inflasi," pungkasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan pengendalian, Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan berbagai upaya strategis. Langkah-langkah tersebut mencakup penguatan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta rutin mengadakan gerakan pasar murah. 

Selain itu, pengawasan terhadap harga bahan pokok penting di pasar tetap dilakukan secara berkala demi menjaga stabilitas ekonomi di tengah masyarakat.(FRA)



Editor : Fikri


Melampaui Nasional, Tingkat Inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin