![]() |
| Tanaman Kumis Kucing (Foto: Doc.Ambarjaya) |
KLIKSUKABUMI.COM – Di balik rimbunnya perbukitan Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Desa Ambarjaya mulai memantapkan posisinya sebagai kekuatan agraris baru. Dengan luas wilayah mencapai 943 hektar, Desa Ambarjaya tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang asri, tetapi juga inovasi komoditas yang jarang dimiliki daerah lain, seperti budidaya tanaman obat Kumis Kucing berskala besar.
Secara geografis, Ambarjaya merupakan harmoni antara lahan pertanian dan perkebunan yang subur. Berdasarkan data administrasi, Desa Ambarjaya memiliki struktur yang solid untuk mendukung tata kelola potensi alamnya.
Ada 5.960 jiwa, wilayah Ambarjaya terbagi ke dalam 4 Dusun, 6 RW, dan 24 RT. Kepadatan penduduk yang teratur ini menjadi modal sosial utama bagi Pemerintah Desa dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis pemanfaatan lahan.
Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi para petani lokal dalam memanfaatkan iklim Ciambar yang sejuk.
“Alhamdulillah, saat ini ada puluhan hingga seratusan petani Kumis Kucing di Desa Ambarjaya. Tanaman ini bisa dipanen setiap satu bulan setengah sekali. Ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan data wilayah dan kependudukan yang dipadukan dengan komoditas khas, dan dapat menciptakan identitas desa yang kuat,” ujar Eman Suherman kepada Kliksukabumi.com, Rabu (06/05/2026).
Masih kata Kades, bahwa langkah paling revolusioner yang diambil Desa Ambarjaya adalah dedikasi lahan seluas 20 hingga 30 hektar khusus untuk budidaya tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus). Tanaman yang biasanya hanya menjadi penghias pagar, kini bertransformasi menjadi komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi di tangan warga Ambarjaya.
“Tanaman ini dikenal sebagai obat alami untuk kesehatan ginjal ini diproyeksikan mampu menembus pasar industri farmasi nasional hingga merambah pasar ekspor,”ujarnya.
Dengan pemetaan yang matang, Desa Ambarjaya kini bukan sekadar wilayah administratif, melainkan sebuah, "Laboratorium Herbal Alam" di Kabupaten Sukabumi,”Inovasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi pertumbuhan agrowisata dan pusat industri tanaman obat di masa depan,”tutupnya.
