BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Jembatan Putus dan Irigasi Jebol, Longsor Beruntun Terjang Gegerbitung Sukabumi

Kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat
Jembatan Putus dan Irigasi Jebol, Longsor Beruntun Terjang Gegerbitung Sukabumi
Warga Nekad Melintas Jembatan yang Kondisinya Nyaris Ambruk Akibat Tergerus Sungai Cimandiri (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang memicu meluapnya Sungai Cimandiri mengakibatkan bencana longsor beruntun di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini merusak dua infrastruktur vital, yakni jembatan penghubung antar-kecamatan dan saluran irigasi persawahan warga.

Bencana pertama terjadi di Kampung Cibule RT 19 RW 06 pada Minggu (3/5/2026) malam. Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 25 meter dengan tinggi 4 meter ambruk setelah tak kuat menahan derasnya banjir.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Gegerbitung, Ofiek, menjelaskan bahwa kerusakan ini berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat.

"Longsoran pada TPT jembatan di Kampung Cibule ini cukup fatal karena jembatan tersebut merupakan akses utama warga. Terutama bagi anak-anak sekolah dan mobilitas antar-kecamatan antara Gegerbitung dan Cireunghas yang kini terganggu," ujar Ofiek dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

40 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Belum usai penanganan di titik pertama, longsor susulan kembali terjadi pada Senin (4/5/2026) malam di Kampung Tegal Sereh RT 08 RW 03. Kali ini, TPT Saluran Irigasi Leuwibitung sepanjang 25 meter dengan ketinggian 7 meter jebol tergerus arus Sungai Cimandiri.

Kondisi ini menciptakan ancaman serius bagi sektor pertanian setempat. Ofiek menyebutkan bahwa pasokan air untuk puluhan hektare lahan kini terputus total.

"Selain jembatan, kami fokus pada jebolnya irigasi Leuwibitung di Kampung Tegal Sereh. Jika tidak segera ditangani, ada sekitar 40 hektare lahan persawahan warga yang terancam gagal panen karena pasokan air terputus total akibat TPT yang longsor," tegasnya.

Hingga saat ini, Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Tagana, dan relawan telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen. Prioritas utama saat ini adalah perbaikan darurat agar fungsi infrastruktur dapat kembali berjalan.

Ofiek membeberkan, kebutuhan mendesak di lapangan saat ini yaitu bronjong kawat, batu belah dan pipa paralon untuk menyambung aliran air.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian ini, kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh tim ahli. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama saat melintasi area jembatan yang kondisinya belum stabil di tengah cuaca yang masih tidak menentu.(FRA)




Editor : Fikri


Jembatan Putus dan Irigasi Jebol, Longsor Beruntun Terjang Gegerbitung Sukabumi
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin