BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Wamenhut Pimpin Penanaman Pohon di Sukabumi, Perkuat Ekonomi Lokal dan Konservasi Halimun Salak

Langkah krusial untuk menyambung kembali ekosistem yang sempat terputus
Wamenhut Pimpin Penanaman Pohon di Sukabumi, Perkuat Ekonomi Lokal dan Konservasi Halimun Salak
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki Menyerahkan Bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) ke Masyarakat (7/4). (Sumber : Istimewa)

KLIKSUKABUMI.COM – Memperingati Hari Hutan Internasional, Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki memimpin aksi nyata penghijauan di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/4/2026). 

Langkah ini menjadi strategi penting dalam percepatan FOLU Net Sink sekaligus penguatan ekonomi warga di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kegiatan bertajuk 'Hutan dan Ekonomi untuk Percepatan SNDC dan FOLU Net Sink Jawa Barat' ini menegaskan bahwa perlindungan alam harus berjalan selaras dengan kesejahteraan penduduk setempat melalui kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, IPB University, pemerintah daerah, dan kelompok tani.

Menyambung Koridor Hijau untuk Satwa Langka

Dalam arahannya, Wamenhut menekankan bahwa penanaman ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan langkah krusial untuk menyambung kembali ekosistem yang sempat terputus.

“Kita berkumpul bukan sekadar seremoni, tapi memperkuat benteng konservasi dan ekonomi. Penanaman pohon ini adalah langkah strategis untuk menyambung kembali koridor hijau yang terputus, memastikan satwa kebanggaan seperti Elang Jawa, Owa Jawa, dan Macan Tutul Jawa dapat berkembang biak dengan aman,” ujar Rohmat Marzuki.

Aksi penanaman kali ini menggunakan skema komposisi bibit yang cerdas. Sebesar 70% lahan ditanami bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau pohon multifungsi yang menghasilkan buah, sementara 30% sisanya merupakan tanaman kehutanan endemik seperti Puspa dan Rasamala.

Komposisi ini dirancang agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari hasil panen buah-buahan, tanpa mengabaikan fungsi utama hutan dalam menyerap karbon dan menyediakan cadangan air.

Sukabumi sebagai "Menara Air" Jawa Barat

Wamenhut juga menyoroti peran vital hulu Sukabumi dalam menjaga ketersediaan air untuk irigasi, industri, hingga kebutuhan air minum di wilayah hilir dan perkotaan. Ia mengapresiasi peran aktif petani yang terlibat dalam rehabilitasi lahan kritis tersebut.

“Para petani di sini adalah pahlawan lingkungan. Melalui penanaman di lahan sendiri, Bapak-Ibu telah menjaga ketersediaan air bagi masyarakat luas,” tambah Wamenhut.

Sebagai bentuk dukungan nyata, dilakukan penyerahan bibit secara simbolis kepada delapan petani yang mewakili empat desa penyangga, yakni Desa Cipeuteuy, Mekarjaya, Cihamerang, dan Kabandungan.

Acara ditutup dengan dialog interaktif bertajuk "Rembuk Penyangga Halimun Salak". Wamenhut berpesan agar seluruh jajaran dan mitra kerja memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak ekonomi yang konkret.

“Tugas yang lebih berat adalah memastikan tanaman itu hidup dan memberikan manfaat nyata secara ekonomi. Saya berharap IPB University dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak terus mendampingi masyarakat agar kegiatan ini menjadi percontohan yang bisa direplikasi di daerah lain,” pungkasnya.(FRA)



Editor : Fikri


Wamenhut Pimpin Penanaman Pohon di Sukabumi, Perkuat Ekonomi Lokal dan Konservasi Halimun Salak
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin