| Ilustrasi Ompreng MBG (Sumber : Istimewa) |
Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, mengonfirmasi bahwa pihak sekolah telah bergerak cepat memberikan penanganan medis kepada siswi yang bersangkutan.
Ia menjelaskan bahwa video yang beredar sebenarnya merupakan dokumentasi internal untuk bahan evaluasi.
"Kami sudah mendapatkan laporan dan sudah kita respons untuk penanganan anak secara cepat. Terkait video yang beredar, itu awalnya dibuat untuk pelaporan internal kami kepada pihak dapur, karena kejadiannya cukup mengeluarkan banyak darah pada bagian jari tangan siswa," ungkap Ruslan, Selasa (7/4).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ini ternyata bukan yang pertama. Berdasarkan catatan madrasah, kendala teknis terkait kemasan yang tajam sudah terjadi sebanyak empat kali. Namun, sebelumnya pihak sekolah hanya menangani secara mandiri karena luka yang dialami siswa tergolong goresan kecil.
Ruslan juga mengklarifikasi bahwa sempat terjadi ketegangan dengan orang tua siswa akibat salah komunikasi (miss-communication). Saat orang tua datang, koordinator program sedang fokus pada kegiatan siswa lainnya.
Namun, kini pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Kedepannya, kami dari MI Cirumput berkomitmen untuk memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih aman dan lancar," tambahnya.
Sekolah, Orang tua dan SPPG Pasirhalang 2
Orang tua siswi, Ujang Roji (47), menyatakan telah menerima musibah yang menimpa anaknya, Safa Nafisa Rosdiani (9), dengan ikhlas.
Ia mengapresiasi langkah proaktif dari pihak sekolah dan pengelola dapur yang langsung mendatangi kediamannya.
"Awalnya kami dari orang tua tentu syok, itu manusiawi. Namun, kami ingin ada kejelasan mengenai penanganannya. Alhamdulillah, setelah ada komunikasi yang difasilitasi sekolah dengan pihak dapur, masalah ini bisa terselesaikan dengan baik," ungkap Ujang.
Ia menegaskan tidak akan melayangkan tuntutan hukum dan berharap kejadian ini menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak.
"Harapannya ke depan komunikasi bisa lebih baik lagi supaya segala sesuatu cepat tertangani dengan baik," bebernya.
Evaluasi SPPG
Sementara itu, Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, mengaku baru menerima laporan setelah insiden tersebut ramai diperbincangkan.
Pihaknya langsung menawarkan bantuan pengobatan dan melakukan klarifikasi di lapangan.
Faisal menegaskan bahwa pihak dapur baru kali ini menerima keluhan mengenai wadah makanan yang melukai siswa, karena kejadian-kejadian sebelumnya tidak dilaporkan oleh pihak sekolah.
"Bagi kami, satu kejadian pun tetap menjadi bahan evaluasi serius. Pengecekan di dapur akan kami perketat agar semua sarana dalam kondisi aman digunakan," tegas Faisal.
Sebagai langkah antisipasi, SPPG Pasirhalang 2 berkomitmen memperketat standar pengecekan kelayakan food tray sebelum didistribusikan demi menjamin keamanan siswa dalam program pemenuhan gizi nasional tersebut.(FRA)
Editor : Fikri