| Ilustrasi (Sumber : Istimewa AI) |
Korban ditemukan meninggal dunia setelah rumahnya dihantam longsoran tanah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama 30 menit.
Petugas gabungan harus berjibaku dengan material reruntuhan di tengah keterbatasan alat untuk mengeluarkan jasad korban.
Petugas P2BK Sukalarang, Dindin, menjelaskan bahwa musibah ini dipicu oleh posisi tebing yang berada tepat di belakang rumah korban.
Meski volume tanah tidak terlalu besar, ketinggian tebing membuat daya dorong material menjadi sangat fatal.
"Temboknya jebol karena terdorong tanah dari belakang. Sebenarnya material longsorannya tidak begitu banyak, perkiraan sekitar 3 sampai 4 kubik. Tapi karena posisi tebing lebih tinggi dari atap, dorongannya kencang sekali sampai menjebolkan dinding kamar mandi," ujar Dindin di lokasi kejadian.
Nahas, korban yang saat itu berada di dalam ruangan tertimpa dinding yang roboh terlebih dahulu sebelum akhirnya tertimbun tanah.
Evakuasi Manual, Tangan Petugas Terluka
Ketiadaan alat berat di lokasi memaksa tim evakuasi bekerja dengan peralatan seadanya. Dindin menceritakan betapa sulitnya menggali material bangunan dan tanah hanya dengan tangan kosong dan cangkul.
"Kendala utama karena memang tidak ada peralatan mesin. Kami hanya menggunakan tangan kosong dan cangkul, jadi tidak maksimal. Bahkan ada banyak rumput-rumput tajam di material longsoran itu sampai tangan kami luka-luka saat mencoba menggali," tuturnya.
Meski harus menahan sakit akibat luka dari rumput tajam dan material keras, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban dalam waktu setengah jam.
"Proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menitan. Korban ditemukan tertimpa dinding rumah yang jebol. Jadi yang kena ke badan itu temboknya duluan karena terdorong tanah," tambah Dindin.
Waspada Hunian di Zona Rawan
Lokasi kejadian yang berada di area perumahan memang memiliki akses jalan yang baik. Namun, secara geografis, posisi bangunan yang berdempetan langsung dengan tebing tinggi menjadi risiko besar, terutama saat cuaca ekstrem.
Hingga saat ini, material longsor di lokasi belum sepenuhnya dibersihkan. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi berpotensi memicu bencana serupa di zona rawan.(FRA)
Editor : Fikri