KLIKSUKABUMI.COM – Ribuan warga memadati jalan-jalan protokol Kota Sukabumi pada Sabtu (18/04/2026) untuk menyaksikan kemeriahan Karnaval Budaya Pembangunan 2026.
Perhelatan besar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112, sekaligus mengukuhkan kembali identitas daerah sebagai salah satu Kota Kreatif Nasional.
Parade yang menempuh rute dari Lapangan Merdeka hingga Balai Kota ini menjadi panggung kreativitas bagi tujuh kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan berbagai komunitas seni. Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari kostum legenda Nyi Roro Kidul hingga kendaraan hias raksasa.
Salah satu peserta yang paling mencuri perhatian adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi yang mengarak miniatur Kapal Nabi Nuh.
Meski persiapan tergolong singkat, karya ini berhasil tampil megah di hadapan penonton.
"Persiapan kita dari Selasa, cuma empat hari, termasuk pembuatan perahu. Kami mengusung tema budaya gotong royong untuk tanggap bencana di Kota Sukabumi," ungkap Erna, salah satu personel BPBD.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yosep Sabaruddin, menambahkan bahwa miniatur tersebut dibuat secara swadaya menggunakan bahan kayu, bambu, dan karung bekas. Kapal ini melambangkan kesiapsiagaan tim di wilayah perairan.
"Ini bentuk semangat teman-teman menunjukkan bahwa kita siap menangani bencana baik di darat maupun air," jelas Yosep.
Strategi Pembangunan: Hiburan Jalan, Infrastruktur Tetap Kencang
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menjaga status Sukabumi sebagai bagian dari sembilan Kota Kreatif di Indonesia. Namun, ia memastikan bahwa kemeriahan ini tidak menyedot anggaran pembangunan fisik.
Menariknya, Ayep Zaki mengklarifikasi bahwa anggaran untuk beberapa peserta karnaval berasal dari sponsor dan partisipasi mandiri, bukan APBD.
"Anggaran APBD saya fokuskan untuk pembangunan fisik seperti Jalan Gudang, Jalan Prana, trotoar, hingga kantor kecamatan. Jadi, hiburan ini tidak mengganggu program pembangunan kota," tegas Ayep.
Akselerasi Infrastruktur 3 Tahun Selesai
Selain soal budaya, Wali Kota memaparkan strategi ekonomi yang berani. Ia berencana melakukan percepatan (akselerasi) pembangunan infrastruktur yang semula dijadwalkan selesai dalam delapan tahun menjadi hanya dua hingga tiga tahun.
"Kita akan tarik pembangunan infrastruktur ke depan. Kenapa? Karena harga barang hari ini jauh lebih murah dibanding delapan tahun lagi. Ini strategi untuk efisiensi di tengah kenaikan harga BBM dan material," tambahnya.(FRA)
Editor : Fikri