| Kantor Desa Mekarnangka, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi (Sumber : Istimewa) |
Polemik ini mencuat setelah pihak keluarga sempat mempertanyakan transparansi penyaluran dana swadaya yang dikumpulkan melalui pihak desa.
Bendahara Desa Mekarnangka, Amir, membantah keras tudingan bahwa pihaknya sengaja menahan dana bantuan tersebut. Kepada awak media pada Senin (13/4/2026),
Amir menjelaskan bahwa penyerahan donasi dilakukan secara bertahap. Hal ini karena donasinya pun masuk secara bertahap ke dirinya, bukan karena adanya tekanan setelah kasus ini viral.
"Bukan menahan tapi donasi yang masuk untuk Siti Mariyam itu bertahap baru masuk dari para kader," ungkap Amir.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini seluruh dana yang terkumpul telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga sehingga persoalan tersebut dianggap sudah tuntas.
"Semua sudah disalurkan jadi sudah selesai," tambahnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, total donasi yang terkumpul awalnya berjumlah Rp3.187.000. Namun, dari jumlah tersebut, sebesar Rp500.000 dialokasikan untuk pasien lain bernama Ananda Ali melalui Posyandu Kamboja yang saat itu juga sedang dirawat di RSHS Bandung.
Dengan demikian, total donasi bersih untuk Siti Mariyam adalah sebesar Rp2.687.000.
Dana tersebut disalurkan dalam beberapa termin, dimulai pada 3 Maret 2026 sebesar Rp500.000, kemudian pada 8 Maret 2026 sebesar Rp151.000 termasuk biaya admin, dan puncaknya pada 13 Maret 2026 sebesar Rp1.886.000.
Selain melalui transfer, pihak desa juga menyerahkan uang tunai secara langsung sebesar Rp150.000 untuk membantu biaya transportasi orang tua Siti Mariyam saat pulang dari Bandung menuju Sukabumi tapi langsung diberikan ke penyedia transportasi tidak melalui orang tua balita.
Meski pihak desa telah memberikan rincian tersebut, kekecewaan sempat dirasakan oleh pihak keluarga pasien. Kakek Siti Mariyam, Ujang Gunawan (43), membeberkan bahwa selama mendampingi cucunya di Bandung, ia merasa ada kejanggalan karena hanya menerima uang sebesar Rp650.000 dari total jutaan rupiah yang dikumpulkan warga. Ia menyayangkan proses pencairan yang dinilai baru lancar setelah pihak keluarga melayangkan protes.
"Kalau kami tidak ribut dan bicara ke sana-sini, mungkin sisa uang itu tidak akan diberikan," ujar Ujang singkat.
Kini, dengan telah disalurkannya seluruh dana tersebut, diharapkan fokus utama dapat kembali pada proses penyembuhan Siti Mariyam tanpa adanya hambatan komunikasi antara pihak keluarga dan pemerintah desa setempat.(FRA)
Editor : Fikri