| Kondisi Aktivitas Truk Tambang yang Menyebabkan Polusi Debu di Jalan Nasional 3 Sukabumi-Bogor, Kecamatan Cibadak (13/4). (Sumber : Istimewa) |
Kondisi jalan nasional yang biasanya bersih kini berubah warna menjadi kecokelatan. Material tanah yang menempel pada ban dan bak armada pengangkut dibiarkan berceceran hingga mengering dan beterbangan saat tertiup angin atau terlindas kendaraan lain.
Tak hanya debu, warga juga mengkhawatirkan risiko jalan licin yang membahayakan keselamatan saat hujan turun.
Polusi udara ini berdampak langsung pada sektor ekonomi warga sekitar. Rahmat (47), seorang warga Kampung Selaawi, mengaku omzet usaha kulinernya terancam karena masalah kebersihan.
“Sangat mengganggu, apalagi saya jualan makanan, jadi alat-alat harus benar-benar ditutup rapat. Debu masuk ke dalam rumah dan lantai juga jadi kotor. Dampak ini sudah kami rasakan sejak dua hari terakhir,” ujar Rahmat.
Meski kediamannya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat proyek, intensitas debu tetap terasa signifikan.
Rahmat mengkhawatirkan jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, risiko gangguan pernapasan (ISPA) akan mengancam kesehatan penduduk.
Keluhan senada juga datang dari para pengguna jalan. Hasmi Romli (30), seorang pengendara motor, menegaskan bahwa warga tidak bermaksud menghambat pembangunan pemerintah, namun mereka menuntut profesionalitas dari pihak pelaksana proyek.
“Kami tidak menolak proyek strategis pemerintah, tapi tolong gunakan SOP-nya. Seharusnya kendaraan yang keluar dari lokasi proyek dalam keadaan kotor dibersihkan dulu ban atau baknya, jangan sampai tanah berceceran di jalan raya dan mengganggu pandangan pengendara,” tegas Hasmi.
Warga dan pengguna jalan mendesak pemerintah daerah serta pengelola proyek Tol Bocimi untuk segera mengambil langkah konkret.
Masyarakat berharap adanya penyiraman jalan secara rutin di titik-titik rawan ceceran tanah untuk meminimalisir debu dan menjaga aspek keselamatan berkendara di jalur utama Sukabumi-Bogor tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi Kliksukabumi masih berusaha mengkonfirmasi terkait keluhan warga terkait polusi debu yang terjadi akibat proyek pembangunan tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat. (FRA)
Editor : Fikri