| Tembok Belakang Rumah Korban Menempel Dengan Tebing Setinggi 12 Meter (16/4). (Sumber : Istimewa) |
Korban meninggal dunia diketahui berinisial AN (30), seorang perempuan yang dilaporkan baru saja tiba di rumah setelah pulang bekerja. Nahas, material longsor yang menghantam bangunan tempat tinggalnya membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengonfirmasi kabar duka tersebut setelah meninjau langsung kondisi korban di rumah sakit.
"Kami tadi sedang dalam perjalanan kembali dari kunjungan kerja bersama Pak Jenderal Dudung, lalu mendapat informasi longsor di Sukalarang. Kami langsung menuju rumah sakit untuk melihat kondisi korban, dan ternyata korban sudah dinyatakan meninggal dunia," ujar Eki saat ditemui di lokasi.
Atas kejadian ini, Eki mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Kami segenap jajaran Pemda Sukabumi mengucapkan belasungkawa yang sangat mendalam kepada suami dan keluarganya. Semoga almarhumah diterima iman Islamnya dan keluarga diberikan ketabahan," tambahnya.
Langkah Mitigasi dan Evaluasi Pengembang
Mengingat lokasi kejadian berada di area yang memiliki kemiringan terjal, BPBD Kabupaten Sukabumi akan segera melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta pihak pengembang perumahan setempat.
Langkah ini diambil untuk mengevaluasi kelayakan bangunan yang berdiri di zona rawan longsor. Berdasarkan pengamatan awal, posisi rumah korban memang sangat berisiko karena berada tepat di bawah tebing.
"Kami akan mitigasi lebih lanjut. Informasi awal, posisi rumah sangat berdempetan dengan tebing. Kami akan bicara dengan pihak pengembang untuk meminimalisir kejadian susulan," tegas Eki.
Imbauan Bagi Warga di Area Rawan
Menyikapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras mengguyur dalam durasi yang lama.
"Jika kondisi sangat berbahaya, kami sarankan untuk mengungsi sementara demi keselamatan," tutup Eki.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada pergerakan tanah susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.(FRA)
Editor : Fiiri