BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Jembatan Siliwangi Ambruk, Siswa di Tegalbuleud Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Sekolah

Kondisi ini memaksa para pelajar menerjang arus sungai yang sulit diprediksi
Jembatan Siliwangi Ambruk, Siswa di Tegalbuleud Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Sekolah
Para Pelajar Terpaksa Menggunakan Perahu Untuk Menyeberangi Sungai Cibugel Pasca Jembatan Siliwangi di Desa Sumberjaya, Tegalbuleud Ambruk (4/4). (Sumber : Istimewa)

KLIKSUKABUMI.COM – Pasca ambruknya Jembatan Gantung Siliwangi pada Kamis (2/4/2026) lalu, rutinitas pagi para siswa di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi perjuangan yang berbahaya. 

Tanpa akses darat yang tersisa, perahu kayu kini menjadi satu-satunya tumpuan harapan mereka untuk mencapai ruang kelas.

Kondisi ini memaksa para pelajar menerjang arus sungai yang sulit diprediksi. Bagi mereka, menantang maut di atas perahu bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi mengenyam pendidikan.

Erin Penriani, salah satu siswi yang terdampak, mengaku setiap pagi harus melawan rasa takut yang luar biasa. Ia merasa was-was karena faktor cuaca yang seringkali membuat debit air sungai meningkat secara tiba-tiba.

"Biasanya saya kalau ke sekolah itu lewat jembatan, tapi sekarang terpaksa menaiki perahu bersama teman-teman. Jujur saya merasa was-was, kalau naik perahu kan kita tidak tahu cuaca, kadang hujan dan arusnya tinggi," tutur Erin dengan nada khawatir kepada Kliksukabumi pada Sabtu (4/4/2026).

Kesulitan akses ini membuat Erin memberanikan diri meminta perhatian langsung dari para pemimpin negara. 

Ia berharap pembangunan infrastruktur di desanya menjadi prioritas utama pemerintah pusat maupun tokoh publik.

"Harapan saya semoga cepat ada bantuan jembatan yang lebih besar. Untuk Bapak KDM (Dedi Mulyadi) dan Bapak Prabowo, saya mohon percepat pembangunannya, karena memang susah tidak ada lagi akses ke sekolah selain naik perahu," harapnya.

Kondisi memprihatinkan ini memicu kecemasan mendalam bagi para orang tua. Yunita (45), warga setempat, kini tak lagi tenang melepas anaknya berangkat sekolah sendirian. 

Ia merasa jembatan yang sebelumnya hanya bertahan empat tahun tersebut telah merenggut rasa aman warga.

"Anak sekolah terpaksa naik perahu dan harus diantar sama orang tua. Tidak ada alternatif lain. Harapan saya kepada pemerintah, terutama Bapak Gubernur, segera dibangun kembali jembatannya yang lebih kuat dan kokoh," kata Yunita.

Yunita juga menyoroti kondisi cuaca yang kini memasuki musim penghujan. Hal ini membuat aktivitas menyeberang sungai menjadi berkali-kali lipat lebih berisiko bagi keselamatan jiwa anak-anak.

"Sekarang lagi musim penghujan, sangat khawatir sekali untuk anak-anak yang berangkat sekolah. Jangan sampai baru empat tahun sudah rusak lagi," pungkasnya.

Hingga saat ini, warga Desa Sumberjaya masih menanti langkah nyata dari pemerintah terkait untuk membangun kembali akses permanen yang lebih aman dan tahan lama.(FRA)



Editor : Fikri


Jembatan Siliwangi Ambruk, Siswa di Tegalbuleud Sukabumi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai demi Sekolah
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin