| K.A. Siliwangi Kelasi Sukabumi - Cipatat PP (Sumber : Istimewa) |
Titik longsor atau gogosan tersebut terdeteksi di Km 74+9/0 oleh petugas patroli rutin pada pukul 19.55 WIB, di mana tanah yang tergerus di bawah konstruksi rel menyebabkan struktur penyangga menjadi tidak stabil dan berisiko tinggi bagi operasional kereta api.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa perbaikan jalur kini menjadi prioritas utama tim tanggap darurat di lapangan.
Beliau menyatakan bahwa keselamatan merupakan hal yang tidak dapat ditawar, sehingga jalur pada petak jalan Cibeber–Lampegan dinyatakan tidak dapat dilalui sementara waktu hingga proses perbaikan selesai dilakukan.
Dampak dari bencana ini mengakibatkan gangguan pada jadwal perjalanan KA Siliwangi. Perjalanan KA 345 Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi hanya dapat beroperasi sampai Stasiun Cianjur, sementara sisa perjalanannya menuju Sukabumi terpaksa dibatalkan.
Selain itu, sebagai langkah antisipatif, perjalanan KA 342 Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat yang dijadwalkan berangkat pada Senin pagi (20/4/2026) pukul 05.15 WIB, juga dinyatakan batal sepenuhnya.
Kuswardojo menambahkan bahwa pihaknya sangat memahami ketidaknyamanan yang muncul bagi para pengguna jasa akibat pembatalan ini, namun langkah tersebut mutlak diambil demi memastikan keselamatan seluruh pelanggan dan kelancaran operasional kereta api secara jangka panjang.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan fasilitas pengembalian dana tiket sebesar 100 persen bagi penumpang yang terdampak dan tidak berkenan melanjutkan perjalanan.
Proses pembatalan ini dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di loket stasiun dalam kurun waktu maksimal 7x24 jam sejak jadwal keberangkatan.
Saat ini, KAI Daop 2 Bandung terus mengupayakan percepatan perbaikan di lokasi agar jalur dapat segera kembali normal.
Pihak manajemen menegaskan akan bekerja semaksimal mungkin agar operasional kereta api dapat berjalan lancar kembali dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kesabaran yang diberikan oleh para pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.(FRA)
Editor : Fikri