| Kondisi Jembatan Cibugel di Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud Pasca Mengalami Putus Tali Sling Pada Kamis (2/4). (Sumber : Istimewa) |
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/3/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB ini bermula saat rombongan warga hendak menyalurkan hak suara dalam Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Sumberjaya.
Sebanyak enam sepeda motor tengah melintas di atas jembatan ketika struktur bangunan berbahan kayu dan kabel baja tersebut kehilangan keseimbangan.
Tutang Suryadi, salah satu saksi mata sekaligus korban yang selamat, menceritakan momen mengerikan saat jembatan tersebut ambruk.
Ia merasakan getaran hebat sebelum akhirnya jatuh tertimpa kendaraannya sendiri.
"Waktu saya ngegas, di depan saya itu terdengar ada suara yang 'ngejepret' gitu. Saya langsung jatuh, jembatan putus, dan saya melihat ke belakang ternyata teman-teman saya juga ada yang jatuh," ujar Tutang saat menceritakan kembali detik-detik kejadian kepada Kliksukabumi pada Jumat (3/4/2026).
Situasi semakin dramatis ketika Tutang melihat rekan-rekannya dan anggota keluarga mereka sudah berada di dasar sungai. Kondisinya yang terhimpit motor membuatnya sempat kesulitan untuk bergerak menolong korban lainnya.
"Saya luka di lutut karena posisi motor tertimpa motor, sampai saya tidak bisa bergerak, tidak bisa bangun karena tubuh saya terhimpit motor. Di jembatan itu ada kurang lebih 12 orang karena setiap motor bawa dua orang," tambahnya dengan nada getir.
Motor Hanyut dan Tangis Histeris di Sungai
Dalam insiden tersebut, satu unit sepeda motor milik warga bernama Mang Dera dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Cibugel. Keadaan semakin memilukan saat anak-anak Mang Dera yang ikut terjatuh berteriak meminta pertolongan di tengah sungai.
"Saya lihat anak-anak Mang Dera itu nangis. Saya bilang tolong itu anak satu maksudnya biar cepat ditolong. Pas saya lihat, istri saya juga ada jatuh ke bawah," ungkap Tutang.
Beruntung, aksi cepat warga di pinggiran sungai berhasil mengevakuasi seluruh korban. Meski mengalami syok berat dan luka-luka, empat korban yang terjatuh ke sungai dinyatakan selamat dan langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Respons Pemerintah dan Akses Terputus
Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar, mengonfirmasi bahwa jembatan tersebut merupakan bangunan tahun 2022 hasil swadaya TNI yang menjadi urat nadi warga. Ia memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis yang layak.
"Alhamdulillah dari 4 korban itu mereka hanya menderita luka ringan dan semuanya sudah diobati di Puskesmas Tegalbuleud. Kedepannya kami berkoordinasi dengan BPBD dan PU untuk melakukan perbaikan agar kecelakaan ini tidak terulang," jelas Encep.
Meski jembatan putus, proses demokrasi pemilihan lurah tetap berjalan dengan menggunakan moda transportasi alternatif berupa sampan atau perahu, meskipun harus memakan waktu lebih lama. Namun bagi warga Cilampahan, putusnya jembatan ini adalah pukulan berat bagi mobilitas ekonomi mereka.
"Harapan saya minta kepada pemerintah untuk segera menangani masalah jembatan Cibugel. Itu kebutuhan paling utama, jembatan satu-satunya akses bagi warga Cilampahan untuk menuju ke desa dan kota," pungkas Tutang penuh harap.
Kini, warga hanya bisa mengandalkan jalan perkebunan yang rusak atau perahu penyeberangan sementara sambil menunggu kepastian perbaikan dari pemerintah daerah terkait jembatan yang kini tinggal puing tersebut.(FRA)
Editor : Fikri