| Tangkapan Layar Kondisi Kemacetan di Titik Simpang Ratu Cibadak Pada Sabtu (4/4) Malam. (Sumber : Istimewa) |
Berdasarkan pantauan CCTV dan aplikasi peta digital, antrean kendaraan mengular hingga 10 kilometer, mulai dari kawasan Cibolang hingga Gerbang Tol (GT) Bocimi Parungkuda.
Kemacetan ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan serta adanya titik penyempitan arus (bottleneck) di Jembatan Pamuruyan dan akses keluar tol.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M. Yanuar Fajar, mengungkapkan bahwa peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak pagi hari.
Berdasarkan data kepolisian hingga pukul 20.00 WIB, tercatat sebanyak 14.608 kendaraan memasuki wilayah Sukabumi melalui Exit Tol Parungkuda.
"Saat ini situasi arus lalu lintas Sabtu 4 April 2026 di jalan nasional Sukabumi-Bogor ruas Parungkuda & Cibadak mengalami peningkatan volume kendaraan, baik yang datang dari Bogor/Jakarta maupun arus sebaliknya dari arah Sukabumi Kota," ujar Yanuar Fajar.
Ia menjelaskan, faktor utama penyebab antrean adalah penyempitan segmen jalan dari tiga lajur di dalam tol menjadi hanya satu lajur saat memasuki jalan arteri.
Selain itu, aktivitas masyarakat seperti pasar, rumah sakit, hingga bubaran karyawan pabrik turut memperlambat laju kendaraan.
Keluhan Pengendara Terjebak 4 Jam
Kondisi ini dikeluhkan oleh para wisatawan yang hendak kembali ke daerah asal. Agus, salah satu pengendara asal Bogor, mengaku kelelahan setelah terjebak macet berjam-jam saat pulang dari arah Palabuhanratu.
"Sudah 4 jam dari Bagbagan. Ini mau pulang ke Bogor habis liburan. Harapannya ya Tol Bocimi cepat selesai saja biar tidak seperti ini terus," ujar Agus saat ditemui di tengah kemacetan.
Hal senada diungkapkan oleh Wandi. Ia menyoroti lambatnya perbaikan infrastruktur yang menjadi titik krusial kemacetan di jalur tersebut.
"Sama, sudah 4 jam dari arah Palabuhanratu mau ke Bogor. Saran saya Jembatan Pamuruyan itu cepat dibangun kembali dan diselesaikan, supaya arus lebih cepat dan tidak macet begini," pungkas Wandi.
Rekayasa One Way dan Imbauan Polisi
Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Sukabumi telah melakukan serangkaian rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah (one way).
"Untuk penguraian arus yang datang dari Sukabumi Kota menuju Bogor sudah dilaksanakan one way sesi pertama pukul 18.15 WIB s/d 19.30 WIB, sebanyak 2.150 kendaraan terkuras keluar Sukabumi via Entrance Gate Parungkuda. One way sesi kedua akan dilaksanakan pada pukul 21.30 WIB s/d 22.30 WIB," jelas Yanuar Fajar.
Pihak kepolisian juga telah menyiagakan personel di setiap persimpangan yang menjadi titik rawan (trouble spot) untuk mengatur arus dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif jika diperlukan.
Iptu Yanuar Fajar mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap waspada dan menjaga etika berkendara selama kemacetan berlangsung.
"Satlantas Polres Sukabumi mengimbau kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu lalu lintas, sabar di antrian, jaga jarak aman, dan saling menghormati antara sesama pengguna jalan lainnya," tutupnya.(FRA)
Editor : Fikri