BSYpTfG6GpWoBUW6GpCiGpW5BY==
Terkini
klik

Aktivis Muda Sukabumi Semprot Pemerintah Terkait Jembatan Rusak 10 Tahun di Cibadak

Kondisi infrastruktur di jantung Kabupaten Sukabumi kembali menuai sorotan tajam
Aktivis Muda Sukabumi Semprot Pemerintah Terkait Jembatan Rusak 10 Tahun di Cibadak
Kondisi Jembatan Penghubung Antara Kampung Karang Lodaya Hilir Dengan Kampung Kamandoran di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak yang Kondisinya Rusak Karena Selama 10 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan (1/4). (Sumber : Istimewa)
KLIKSUKABUMI.COM – Kondisi infrastruktur di jantung Kabupaten Sukabumi kembali menuai sorotan tajam. 

Sebuah jembatan penghubung antar Kampung Lodaya Hilir dengan Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak dilaporkan dalam kondisi rusak parah dan tidak tersentuh perbaikan selama satu dekade terakhir. 

Hal ini memicu kritik pedas dari Presidium Aktivis Muda Sukabumi (AMUSI), Ronal Saepul.

Ronal menilai kondisi ini sangat ironis, mengingat Cibadak merupakan salah satu wilayah penyangga ibu kota Kabupaten.Sukabumi yang memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang tinggi. 

Ia mempertanyakan kinerja pemerintah dari tingkat desa hingga kabupaten yang seolah "tutup mata" terhadap fasilitas publik yang vital tersebut.

"Menyikapi jembatan yang 10 tahun tak tersentuh perbaikan, apalagi di tengah daerah Cibadak itu kan termasuk daerah ibu kota atau masuk daerah perkotaan, masih ada jembatan-jembatan yang memang tidak terurus," ujar Ronal dalam keterangannya kepada Kliksukabumi pada Rabu (1/4/2026).

Menurut Ronal, mandeknya perbaikan selama 10 tahun ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam tata kelola pembangunan di Kabupaten Sukabumi. 

Ia memaparkan dua kemungkinan penyebab utama mengapa jembatan aktif tersebut dibiarkan merana.

"Pertama, ini kegagalan lintas struktural, mulai dari level kepala desa, kecamatan, dan pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menginventarisasi infrastruktur-infrastruktur yang harus diperbaiki," tegasnya.

Jika pendataan bukan masalahnya, Ronal menduga ada unsur kesengajaan dalam menunda perbaikan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tersebut.

"Atau yang kedua, memang pemerintah sengaja dalam hal ini abai. Mereka punya data, tetapi memang mereka menganggap bahwa pembangunan itu bukan skala prioritas mereka," lanjut Ronal.

Kritik ini menjadi tamparan keras bagi metode pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. 

Sebagai jembatan aktif yang digunakan warga setiap hari, pembiaran selama 10 tahun dianggap bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan masalah kepedulian pemimpin terhadap keselamatan dan kenyamanan warga di daerah perkotaan.

Warga setempat berharap, dengan adanya desakan dari para aktivis muda, Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengambil langkah nyata sebelum jembatan tersebut memakan korban atau terputus total.(FRA)



Editor : Fikri


Aktivis Muda Sukabumi Semprot Pemerintah Terkait Jembatan Rusak 10 Tahun di Cibadak
Periksa Juga
Next Post
Tautan berhasil disalin