KLIKSUKABUMI.COM – Aksi premanisme yang melibatkan dua kubu oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali terjadi di Kota Sukabumi pada Senin (9/3/2025). Video amatir yang beredar menunjukan penyerangan brutal membuat keresahan warga.
Kasus penyerangan brutal yang diduga akibatperebutan lahan parkir di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi kini memasuki tahap penyidikan serius oleh pihak kepolisian setelah mengakibatkan empat orang mengalami luka parah.
Kondisi Korban: Luka Bacok hingga Patah Tulang
Insiden berdarah ini menyisakan trauma mendalam bagi para korban. Salah satu korban berinisial HF bahkan harus menjalani perawatan intensif akibat sabetan senjata tajam di area vital.
Feri Fauzi, kakak korban, membeberkan kondisi adiknya yang memprihatinkan. Menurutnya, serangan tersebut dilakukan secara membabi buta menggunakan senjata tajam jenis celurit.
"Kalau adik saya kan masih dirawat, kepalanya kena celurit, kena bacok sama tangan semua. Ada yang sampai menerima 18 jahitan," ungkap Feri saat memberikan keterangan terkait kondisi adiknya, Jumat (13/3/2026) .
Tak hanya luka bacok, aksi pengeroyokan tersebut juga menyebabkan dua korban lainnya menderita luka permanen di bagian wajah.
"Yang kena pukulan habis-habisan ada dua orang, mata sama hidungnya patah," tambah Feri.
Motif Rebutan Lahan Parkir
Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, aksi anarkis yang diduga dilakukan oleh sekitar 14 anggota ormas GRIB Jaya ini dipicu oleh sengketa lahan parkir di sebuah minimarket.
Feri menyayangkan tindakan pelaku yang langsung menyerang tanpa ada upaya komunikasi terlebih dahulu.
“Kenal ada videonya juga orangnya kenal ada di videoin di sini orang gabungan dari Ormas GRIB Jaya,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pihak keluarga sejatinya terbuka untuk berdialog jika tujuannya adalah pengelolaan bersama secara baik-baik.
"Nggak (ngomong dulu), langsung nyerang begitu aja pengen nguasain lapak ini. Kalau seandainya dia ngomong baik-baik mah ayo bareng-barengan lah gitu ya," pungkasnya.
Polisi Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Merespons video penyerangan yang viral dan meresahkan masyarakat di bulan suci Ramadan ini, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, memastikan pihaknya akan menindak tegas para pelaku.
Saat ini, kepolisian sedang melakukan pemeriksaan saksi secara maraton.
"Untuk sampai saat ini, itu sudah kita lakukan penanganan dan itu kita tetap lakukan penegakan hukum. Ini dalam pemeriksaan semua, saksi-saksi. Kemudian setelah nanti lengkap pemeriksaan saksi-saksi, kita akan melaksanakan gelar perkara," tegasnya.
Pihak kepolisian juga memberikan peringatan keras kepada seluruh kelompok ormas agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang mengganggu kondusivitas wilayah.
"Yang perlu kami ingatkan bahwa di sini tidak ada toleransi untuk pelanggar hukum, sehingga apa pun pelanggaran hukum atau kejahatan yang dilakukan, itu akan berhadapan dengan hukum," tutup Kapolres.(FRA)
Editor : Fikri